100 Hari Kerja Bupati Kupang Siap Benahi Kebocoran Anggaran

0
56

KUPANG,fokusnusatenggara.com. Bupati Kupang Korinus Masneno bersama Wakil Bupati Jerry Manafe, akan mengambil langkah cepat membenahi kebocoran anggaran dalam 100 hari ke depan. “ Tahap pertama pada program 100 hari kami berdua akan membenahi kebocoran anggaran. Memenahi sistim pembayaran non tunai, termasuk gaji ASN ,” kata Korinus Masneno di rumah jabatan Bupati Kupang ( 7/4).

Dia menyebutkan dana Dau dan DAK yang masuk ke APBD Kabupaten Kupang Rp 1,3 Triliun.  Sementara pendapatan asli daerah ( PAD ) hanya Rp 80 miliar. “ Dari dana PAD ini Rp 40 miliar untuk membayar pegawai tidak tetap ( PTT). Sisanya Rp 40 milyar untuk pembiayaan legislasi dan lainnya. Jelas tidak mencukupi ,” kata Korinus Masneno.

Untuk meningkatkan pendapatan asli daerah ( PAD ) bersama wakilnya akan melakukan terobosan pertama pada 100 hari  dengan malakukan semua pembayaran dengan sistim non tunai. Faktanya,  soal galian C, semua kebutuhan Kota Kupang dipasok dari Kabupaten Kupang.

“ Selama ini pembayaran manual. Pakai sistim karcir. Per ret si pengemudi terima karcis langsung bayar kepada petugas. Ada temuan sering karcisnya diakal.  Dibuat duplikat. Yang duplikat diberikan yang asli tetap. Sehari misalnya 10 ret pasir yang dibayarkan ke kas Pemda hanya 5 ret. Ini kan konyol ,” kata Korinus Masneno.

Untuk itu kata Korinus Masneno, mulai tahun ini kedepan semua pembayaran apa saja melalui sistim non tunai, E-tol. Untuk galian C akan diaiapkan alat sehingg si pegemudi hanya menggesek kartunya saja. “ Untuk menjaga jangan sampai ada petugas bermain mata dengan si sopir, kami akan pasang CCTV di tempat itu itu ,” katanya.

Selain itu untuk meningkatkan PAD adalah membenahi produsen minuman alkohol milik rakyat yang selama ini dikelolah secara tradisional, sehari paling banyak 10 botol. “ Kami akan membantu mereka dengan alat penyuling yang sehari bisa memproduksi 200 botol/ liter. Kalau diijual dengan harga Rp 10.000 perbotol dfan pajak retiribusinya jika Rp 2000 perbotol, bisa dihitung.Ini baru untuk satu penyuling ,” kata Korinus Masneno.

Selain itu mulai tahun ini semua sistim pembayaran gaji ASN juga dengan sistim non tunai, melalui  bank NTT. “ Selama ini dibayar dengan sistim manual melalui bendahara tiap organisasi perangkat daerah ( OPD). Ini kami rubah dengan sistim pembayaran non tunai melalui Bank NTT kesetiap rekening ASN ,” tutup Korinus Masneno.

PENUIS : USIF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here