Bupati Belu “Jaring Asmara” Di Kecamatan Tastim

24

ATAMBUA,fokusnusatenggara.com- Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, tak hentinya untuk terus mendekatkan pelayanan kepada masyarakatnya. Salah satu yang dilakukan adalah dengan turun langsung ke kecamatan guna menjaring aspirasi masyarakat atau “jaring Asmara”.

Seperti yang dilakukan pada Selasa, 15 Juni 2021, Bupati dengan latar belakang dokter spesialis penyakit dalam ini, berkesempatan mengunjungi Kecamatan Tasifeto Timur bersama wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens.

Kunjungan ini selain melakukan “Jaring Asmara”, juga sebagai momentum guna menggali potensi desa mendengarkan keluhan masyarakat serta memotivasi camat, kepala desa dalam bekerja melayani masyarakat.

Kegiatan turun ke desa juga merupakan wujud konsistensi janjinya untuk terus berada di desa bukan di kantor. Selain itu, dengan turun ke desa, pemimpin bisa mengetahui dan mengevaluasi efektivitas kebijakan dan programnya.

Sperti dilansir dari poskupang.com, saat kunker di Kecamatan Tastim, Bupati Agus Taolin mendapat banyak laporan dari Camat, Vinsensius I. Moruk, ST. Secara umum, Camat Tastim, Vinsensius I. Moruk menyampaikan berbagai permasalahan, seperti kekurangan air bersih, air untuk pertanian, alat pertanian, pupuk, obat-obatan, stunting dan kepemilikan E-KTP.

Secara administrasi, Kecamatan Tasifeto Timur memiliki 12 desa,  71 dusun, 90 RW dan 196 RT. Jumlah penduduk 26.909 jiwa. Dari jumlah ini yang wajib KTP 19.360 dan kepemilikan E-KTP sudah
15.958 orang atau 82,43 persen.

Kecamatan yang memiliki 8 Pustu, 5 poskesdes, 65 posyandu dan 3 puskesmas itu masih digerogoti persoalan stunting. Saat ini, kata Camat Vinsen, jumlah penderita stunting sebanyak 618 orang. Jumlah terbesar berada di Desa Manleten, yakni 217 anak. Tingkat Prevelensi Stunting tertinggi berada Desa Takirin 76,9 persen dan Desa Fatubaa 54,5 persen. Untuk lembaga pendikan PAUD sebanyak 37, SD 23, SMP 7, SMA 2 dan SMK 2.

Luas lahan pertanian basah di kecamatan ini 1.972 hektar, lahan kering 19.165 hektar serta jumlah Poktan 196. Sedangkan di bidang peternakan, Camat Vinsen  melaporkan populasi ternak sapi 13.723 ekor dan babi 2.000 ekor.

“Untuk IB tahun 2018 sebanyak 56 akseptor, yang lahir IB berjumlah 15 ekor. Tahun 2019 sebanyak 103 akseptor dan yang lahir 25 ekor. Tahun 2020 ada 98 akseptor hasil 24 ekor dan sekarang yang siap lahir sebanyak 31 ekor. Untuk luas hijauan pakan ternak 27 hektar”, jelas Vinsen.

Dalam sambutannya, Bupati Agus Taolin mengatakan, kegiatan kunker bertujuan mendengar secara langsung berbagai pokok permasalahan yang dialami masyarakat. Permasalahan yang disampaikan itu akan didiskusikan bersama untuk menemukan solusi.

Terkait masalah kekurangan sumber air, Bupati menyarankan pemerintah desa agar membuat program penghijaun. Bila perlu desa mempersiapkan lahan khusus untuk hutan desa.

Berkaitan dengan program pengobatan gratis, kepemilikan E-KTP dan dokumen kependudukan lainya sangat penting. Oleh karena itu, kepala desa memfasilitasi masyarakat agar mempercepat kepemilikan dokumen kependudukan.+++(*/JeOt)

 

Comments
Loading...