Bulog NTT Sudah Salurkan 16,2 Ton Raskin 

0 50

raskinKUPANG, fokusnusatenggara.com--Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Nusa Tenggara Timur (NTT) menyediakan 75.923.820 kilo gram beras untuk keluarga miskin (Raskin) bagi 421.799 rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS PM) di daerah itu. Sampai dengan saat ini, raskin yang sudah disalurkan mencapai 16.245.120 Kg atau 16,2 ton.

“Raskin segera disalurkan untuk warga miskin yang sudah tercatat,” kata Kepala Bagian Humas Bulog NTT, Marselina Rihi di Kupang, Kamis (16/4).

Alokasi jumlah beras untuk seluruh warga di seluruh wilayah NTT pada tahun 2015 sama seperti yang teralokasi pada tahun 2014. Artinya, kebutuhan dan ketergantungan masyarakat terhadap Raskin masih sangat tinggi. Dengan demikian maka program raskin masih sangat dibutuhkan.

Ia mengakui, Bulog dipercayakan menangani beras bagi masyarakat, namun tetap dibutuhkan intervensi pemerintah. Bulog tetap menyediakan beras jika program itu terus dilanjutkan. Ketersediaan beras yang ada untuk program beras keluarga miskin dapat dikalkulasi alokasinya untuk setiap kepala keluarga atau RTS mendapatkan 15 Kg selama 12 bulan, sehingga jumlahnya menjadi 75.923.820 Kg atau 75.9 ton.

Dari data itu menunjukan masih banyak masyarakat yang bergantung dan berharap dari program bantuan beras. Pola penyaluran program beras miskin, akan dilakukan melalui pemerintah daerah masing-masing kabupaten/kota dan akan dilanjutkan untuk didistribusikan langsung oleh masing-masing desa dan kelurahan.

“Bulog hanya sebagai penyedia beras dan disalurkan kepada pemerintah. Untuk teknis pembagian beras menjadi kewenangan pemerintah daerah masing-masing,” katanya.

Kepala Bidang Pelayanan Publik Bulog NTT Alexander Malelak menambahkan, pekan depan beras petani mulai diserap. Penyerapan beras petani tersebut masih terbatas di tiga sentra produksi padi mengingat sebagian besar petani belum memasuki panen raya.

Tiga daerah itu ialah Persawahan Lembor, Manggarai Barat, dan dua persawahan masing-masing di Sumba Barat, dan Manggarai. Beras yang dilepas petani sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) yakni sebesar Rp7.300 per kilogram (Kg). “Bulog juga akan menyerap beras petani di Kabupaten Rote Ndao,” kata Alexander.

Sejak awal April 2015 pengadaan beras sudah mulai dilakukan, namun jumlahnya belum besar karena di sentra-sentra produksi belum memasuki panen raya. Jika panen raya berlangsung, maka pasokan beras petani ke Bulog akan besar.

Penyerapan beras petani mulai dilakukan saat panen raya pada Mei dan Juni 2015. Tahun ini, Bulog Divre NTT akan menyerap 15.000 ton beras petani. Jumlah itu sama seperti target pada 2014, namun penyerapan beras pada 2014 hanya mencapai 5,4 ton.(Laporan : jeje makerek)

Comments
Loading...