BPJS Kesehatan Luncurkan Fitur Mobile Screening

0 46

MAUMERE,fokusnusatenggara.com- Dalam upaya melakukan deteksi dini akan beberapa penyakit membahayahkan, BPJS Kesehatan Maumere luncurkan program Fitur Mobile Screening (FMS).  FMS ini diharapkan bisa membantu masyarakat untuk lakukan pengecekan sendiri akan kondisi kesehatan mereka, sehingga ada upaya deteksi dini.

“ Jika sebelumnya para peserta JKN hanya bisa melakukan akses secara manual pada gerai pelayanan kantor BPJS, saat ini bisa langsung mengakses sendiri melalui program FMS yang berbasis anroid. Ini memudahkan kita untuk mengetahui riwayat kesehatan kita akan berbagai penyakit membahayakan. Misalnya, diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner,” jelas Ayatullah Pornolingo, Kepala BPJS Maumere, dalam sosialisai program FMS di Maumere, Rabu 1 Februari 2017.

Dijelaskannya Peserta dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan melalui layanan Google Play Store,  kemudian melakukan registrasi dengan mengisi data diri yang dibutuhkan. Setelah terdaftar dan mengklik tombol log in, peserta dapat memilih menu FMS. Kemudian, peserta akan diminta mengisi 47 pertanyaan yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta, dan pola makan peserta. Apabila semua pertanyaan tersebut telah dijawab, maka peserta akan memperoleh hasil skrining riwayat kesehatan pada saat itu pula.

Jika  hasilnya  peserta memiliki risiko rendah, maka mereka akan disarankan untuk menjaga pola hidup sehat dan melakukan latihan fisik rutin minimal 30 menit setiap hari. Namun apabila dari hasil skrining, peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi diabetes melitus, maka mereka akan memperoleh nomor legalisasi atau nomor skrining sekunder dan akan diarahkan untuk mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), tempatnya terdaftar untuk memperoleh tindak lanjut serta melakukan pengecekan gula darah puasa dan gula darah post prandial.

Sepanjang tahun 2016, BPJS Kesehatan telah melakukan skrining riwayat kesehatan kepada peserta JKN-KIS di seluruh Indonesia. Hasilnya, untuk kategori penyakit diabetes melitus terdapat 702.944 peserta berisiko rendah, 36.225 peserta berisiko sedang, dan 651 peserta berisiko tinggi. Sementara untuk kategori penyakit hipertensi, 632.760 peserta berisiko rendah, 104.967 peserta berisiko sedang, dan 2.093 peserta berisiko tinggi.

Di kategori ginjal kronik, sebanyak 715.682 peserta didiagnosa memiliki risiko rendah, 23.307 peserta berisiko sedang, dan 831 peserta berisiko tinggi. Dan terakhir di kategori jantung koroner, sebanyak 680.172 peserta berisiko rendah, 57.692 peserta berisiko sedang, dan 1.956 peserta berisiko tinggi.

Laporan : Jhon Da Gomez

Comments
Loading...