Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Diserahkan langsung Bupati Wily Lay

0 46

ATAMBUA, fokusnusatenggara.com 27 Juni 2019

Sebanyak 50 orang warga Kelurahan Fatubenao, menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Bantuan ini diserahkan langsung Bupati Belu Wily Lay didampingi Pimpinan Cabang Bank BRI Cabang Atambua – Stefanus Juarto dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Belu, Eli CH. Rambitan bertempat di Kantor Lurah Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, 24 Juni 2019.

Bupati Belu Willybrodus Lay dalam sambutannya mengatakan agar masyarakat yang menrima bantuan ini jangan terlena. Tetapi harus kerja keras, meningkatkan ekonomi keluarga. Dengan demikian KK penerima bantuan ini berkurang dan secara bertahap Belu bisa keluar dari predikat kemiskinan.
“Saya berharap di tahun depan, jumlah Kepala Keluarga yang menerima bantuan ini akan berkurang. Artinya jumlah KK miskin di Kabupaten Belu ini juga ikut berkurang. Dengan demkian secara bertahap Kabupaten Belu bisa keluar dari julukan kemiskinan ,” kata Wily Lay.

Untuk itu kata Wily Lay, masyarakat penerima bantuan ini harus hidup bertani, bercocok tanam sehingga hasil dari bercocok tanam dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan makan minum sehari-hari.

“ Jangan karena mendapat bantuan dan tidak mau kerja. Menunggu saja bantuan pemerintah ini. Ini akan membuat orang malas dan tidak mau kerja. Karena itu saya akan data . Kalau terus menerus menerima bantuan ini saya minta dicoret ,” jelas Bupati Lay.
Sementara Kadis Sosial Kabupaten Belu Elli Rambitan dalam laporannya mengatakan bahwa tujuan dari BPNT adalah mengurangi beban Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan.
“Penerima Bansos Pangan adalah keluarga miskin yang ditetapkan sesuai data terpadu Program Penanganan fakir miskin Kementerian Sosial, sebagai penerima manfaat program dengan kondisi sosial ekonomi 25% terendah di daerah pelaksanaan. Yang menerima adalah yang sudah didata sesuai kriteria ,” kata Eli Rambitan.[sc name=”BACA”]

Pada tempat yang sama, Pimpinan Bank BRI Cabang Atambua Stefanus Juarto menyampaikan bahwa bantuan yg diterima oleh masyarakat yang dulunya berupa beras yang langsung diberikan oleh Dolog, saat ini telah diganti menjadi Kartu. Kartu ini berwarna merah putih dengan jumlah nilai di dalam kartu sebesar Rp.110.000. Kartu ini dapat dibelanjakan pada agen BRI LINK berupa telur dan beras, tergantung kebutuhan dari masyarakat.
“ Di agen BRI LINK harga akan disesuaikan dengan kualitas beras yang ada. Begitu juga dengan telur, yang terpenting adalah nilainya tidak melewati dari standart yang ada di kartu. Barang yang dapat dibelanjakan hanya beras dan telur, kata Stefanus Juarto.
Dia mengatakan bantuan Pangan Non Tunai ini setiap bulannya sudah bisa dicairkan setiap tanggal 10 dalam bulan. Setiap tanggal 10 masyarakat dapat datang ke agen BRI LINK dengan membawa kartu, sehingga bisa ditukarkan menjadi beras dan juga telur. “ Masyarakat juga akan diberikan Kartu dan juga buku rekening agar dapat menabung di Bank BRI ,” katanya. ( Ivan).

Comments
Loading...