Bangkitkan Rasa Cinta Akan Budaya Leluhur Dalam Festival Lamaholot

0
276
Loading...

Adonara, fokusnusatenggara.com / 15 September 2019
Bupati Flores Timur Antonius Hadjon mengingatkan agar masyarakat terus berupaya menumbuhkan kembali budaya Lamaholot dalam kehidupan sehari-hari. Pasalnya, dengan perkembangan zaman yang kian pesat, banyak budaya Lamaholot telah dilupakan.
“Karena perkembangan tehnologi, sekarang ini banyak budaya Lamaholot yang sudah dilupakan. Untuk itu saya harapkan agar kita bersama menggali dan melestarikan kembali, baik dalam adat-istiadat, pola hidup, cara berpakaian, dan lainnya ,”kata Bupati Antonius Hadjon dalam arahanhya pada acara lanjutan hari keempat Festival Lamaholot di Dusun Onge Desa Kiwangona, Kecamatan Adonara Timur, (14/9), malam.

Lebih lanjut Bupati Antonius Hadjon kembali mengapresiasi pihak Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang begitu peduli terhadap budaya Flores Timur sehingga memasukan Festival Lamaholot dalam 20 titik platform Indonesiana.
“ Saya ata nama masyarakat Flores Timur mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pak Menteri P dan K. Ini karena festival tahunan Lamaholot Flores Timur dimasukkan dalam 20 titik platform Indonesiana untuk kedua kalinya kedua 2019 ini ,” jelas Antonius Hadjon.
Dia mengatakan, berlangsungnya Festival Lamaholot yang juga ikut dimotori pihak kementrian P dan K ini merupakan salah satu cara dalam membangkitkan kembali kebanggaan masyarakat Lamaholot terhadap budaya.

“Dalam festival ini banyak seni budaya peninggalan leluhur yang telah lama dilupakan ditampilkan kembali. Namun hal itu hanya diatraksikan oleh orang –orang tua. Banyak anak –anak muda bahkan baru pertama kali menyaksikan ini. Kedepan nanti kami akan upayakan untuk kembali dimasyarakatkan. Jadi setiap acara baik adat dan kenegaraan kami upayakan untuk ikut ditampilkan ,” ujar Antoniuis Hadjon.
Untuk mewujudkan kembali pelestarian itu jelas Antonius Hadjon, akan diupayakan melalui anak -anak sekolah. Misalnya permainan Kote ( Gasing ), yang sudah lama menghilang kembali ditampilkan di Desa Bantala, Lewolema. Juga permainan tumbuk padi sambil menyanyi dan menari.

“ Ini budaya –budaya langkah peninggalan leluhur. Jika diterus dikembangkan dan dilestarikan tentu akan menjadi daya tarik dalam program pariwisata yang menjadi lokomotif pembangunan ,” ujar Antonius Hadjon.
Dia menyebutkan soal pelestarian budaya di Flores Timur sebagian sudah mulai dilaksanakan. Seperti adanya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 49 Tahun 2017 Tentang Pakaian Dinas Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Flores Timur.
“ Dalam Perbup itu semua mewajibkan setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) mengenakan pakaian adat pada setiap hari Senin pertama dalam bulan dan setiap hari Kamis. Selain itu,di lingkungan sekolah pun sudah diwajibkan mengenakan seragam bermotif daerah ,” ujarnya.

Pagelaran Festival Seni dan Budaya Lamaholot Kabupaten Flores Timur, Provinsi NTT memasuki hari keempat cukup meriah. Jika di Desa Bantala, kecamatan Lewolema dinamakan Nubun Tawa, kali dilanjutkan di Pulau Adonara dengan nama Nusa Tadon.
Perjalanan dari Larantuka menuju Pulau Adonara dengan KM Arkona, sepanjang pelayaran dihibur oleh sanggar music Geleda Watunerin Pulau Solor. Tiba di gerbang Desa Kiwangona disambut Adat Adonara dan diiringi tarian daerah, Namang. Acara diawali sekapur sirih, arahan BUpati Flores Timur Antonius Hadjon.

Dilanjutkan dengan atraksi titi jagung dan minum tuak dan sopi Adonara. Lalu atraksi silat kampung, Lamahala, Lewobunga. Acara dilanjutkan hari ini Minggu 15 September 2019 dan akan ditutup jam tengah malam nantui pukul 22.30 Wita. (Usif).


Reporter: Usif


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here