Akibat Cuaca Buruk Penyebrangan Kapal Fery Semua Rute Dibatalkan

0 50

Kupang, fokusnusatenggara.com / 7 Januari 2020
Akibat kondisi cuaca yang buruk mengakibatkan seluruh penyebrangan kapal feri dari Kupang ke berbagai daerah di Provinsi NTT sejak Minggu 5 Januari 2020 dibatalkan.
“Mulai hari ini semua rute penyebrangan kapal ASDP, Feri di NTT dibatalkkan. Pembatalan ini tidak ada batasan waktunya dan menunggu sampai cuaca membaik baru kami akan buka lagi. Semua ini kami lakukan demi keselamatan penumpang ,” kata Manager Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang, Hermin Welkis per telp ( 5/1).
Dia menyebutkan tinggi gelombang diperairan NTT saat ini mencapai 4 meter. “ Tinggi gelombang saat ini 4 meter. Kami tidak bisa memastikan kapan kondisi seperti ini kapan berakhir. Karena itu kami tetap tetap membangun koordinasi dengan pihak BMKG ,” jelas Hermin Welkis.
Jika dalam koordinasi dengan BMKG nanti ujar Hermin Welkis dan sudah diinfokan kondisi cuacanya sudah kondusif, maka penyeberangan akan dibuka kembali.
“Penutupan ini tanpa batas waktu. Jika kondusif cuacanya sudah kindusif maka penyeberangan akan dibuka kembali ,” tegasnya.
Hermin juga berharap masyarakat sebagai pengguna jasa kapal feri dapat memahami kondisi cuaca yang kurang bersahabat saat ini.
“Terkait situasi ini para pengguna jasa diharapkan mengerti karena pembatalan kapal yang akan menyeberang bukan karena pihak ASDP tapi karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, sehingga pengguna jasa diharapkan mengerti dengan situasi ini ,” ujar Hermin Welkis.
Sementara itu Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi meminta masyarakat NTT mewaspadai cuaca ekstrem dan yang sangat tidak bersahabat saat ini, terutama angin kencang, gelombang laut, longsor dan banjir.
“ Saya minta agar warga yang hendak bepergian agar melihat kondisi cuaca, terutama gelombang laut. Termasuk para nelayan agar benar-bemar mengikuti petunjuk dari BMKG. Kalau ombaknya besar atau tinggi, jangan paksakan melaut. Pihak Syahbandar atau KSOP saya minta tegas dalam memberikan izin berlayar ,” kata Josef Nae Soi ( 5/1).
Dia mengingatkan agar semua pihak mengikuti informasi atau ramalan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG. Apalagi, lanjutnya,saat ini BMKG telah memberi warning mengenai cuaca ekstrem yang akan terjadi satu atau dua hari kedepan, berupa hujan dan angin.
“Perlu ada kewaspadaan, jika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu yang lama,maka potensi banjir dan longsor bisa terjadi. Begitu juga angin kencang, maka yang diwaspadai adalah tumbangnya pohon atau dahan ,” jelas Josef Nae Soi.
Mantan anggota DPR RI dari Fraaksi Partai Golkar ini juga minta agar Posko Siaga Bencana aktif 24 Jam. “ Saya minta Posko siaga bencana aktif 24 jam. Kami akan terus memantu keaktifan mereka ,” ujarnya.


Reporter: Usif


Comments
Loading...