300 Pustu di NTT Tanpa Bidan

0
996
Ilustrasi Gambar Sumber : web
Loading...

 

Ilustrasi Gambar Sumber : web
Ilustrasi Gambar Sumber : web

KUPANG,fokusnusatenggara.com-Kurang lebih 300 puskesmas pembantu (Pustu) di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak ditempati tenaga bidan karena sejak Desember 2014 lalu, sebanyak 244 bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di-PHK dan belum direkrut kembali.

“Permasalahan bidan PTT angkatan 32 yang di-PHK sejak Desember 2014 dan belum direkrut kembali, mengakibatkan kurang lebih 300 puskesmas pembantu (Pustu) di NTT tidak terlayani,” kata Gubernur NTT Frans Lebu Raya,

Frans menjelaskan sampai dengan saat ini, dari 244 tenaga bidan PTT tahun 2014, baru 95 tenaga bidan yang telah mendapat Surat Keputusan (SK) Perpanjangan. Sementara 149 tenaga bidan PTT lainnya masih dalam proses pengurusan SK Perpanjangan.

Pada tahun 2014 lalu, NTT mendapat bantuan tenaga bidan PTT sebanyak 244 orang. Namun, pengurusan perpanjangan SK pada bidan PTT terjadi keterlambatan, karena lambatnya usulan perpanjangan dari pemerintah kabupaten/kota, dalam hal ini Dinas Kesehatan.

Menurut Frans, alasan yang disampaikan adalah keterlambatan pengusulan disebabkan tanggal SK pengangkatan masing-masing bidan PTT tidak sama, sehingga menyulitkan pengurusan perorangan.

Anggota Komisi V DPRD NTT, Kristofora Bantang meminta semua bidan PTT yang bertugas di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang tersebar di seluruh wilayah NTT diharapkan tetap bekerja. Karena pemerintah sudah membawa dokumen administrasi ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta dan saat ini sedang dalam proses pengurusan SK perpanjangan.

Ia mengatakan, semua bidan PTT di NTT belum menerima gaji untuk beberapa bulan terakhir, karena adanya dugaan kelalaian pemerintah dalam melakukan pengusulan administrasi terkait perpanjangan tugas tenaga bidan PTT.

Beberapa waktu lalu, Komisi V DPRD yang membidangi kesejahteraan telah memanggil jajaran Dinas Kesehatan NTT untuk memecahkan persoalan yang ada.

“Kita harap semua bidan PTT tetap bekerja seperti biasa, agar tidak terjadi kekosongan petugas kesehatan di puskesmas atau pustu, tempat selama ini mereka bekerja,” kata Bantang.

Ia berharap agar dinas kesehatan kabupaten selalu berkoordinasi dengan provinsi. Hal ini dimaksudkan agar bisa mendapat kepastian soal nasib para bidan PTT yang selama ini mengabdi di daerahnya masing-masing. Tentunya dengan harapan agar para bidan PTT tetap bekerja dalam melayani para pasien yang mendatangi puskesmas atau pustu tempat mereka bekerja. (++jeje)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here