11 Ribu Pelanggan PDAM Menunggak Pembayaran Pemakaian Air

0 47

Kupang, fokusnusatenggara.com / 5 Agustus 2019
Data pelanggan air minum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kupang saat ini tercatat 34.000 orang. Namun dari jumlah ini tercatat 11 pelanggan sudah dinyatakan tidak aktif dengan berbagai dalih.

“ Jumlah pelanggan PDAM KUpang terdata 34.000 orang. Namun saat ini tinggal 23.000 pelanggan yang masih aktif. Selebihnya sudah macet dengan berbagai masalah. Sebagian besar karena menunggak dalam jumlah besar untuk beberapa bulan. Yang lainnnya berdalih karena air mengalir tidak bagus ,” kata Plt Dirut PDAM Kabupaten Kupang Lobrik Saubaki kepada fokusnusatenggara.Com ( 3/8).
Lobrik Saubaki didampingi Kepala Bagian Pelayanan Pelanggan PDAM Kabupaten Kupang, Ny. Ina Bubu ,SE ini menyebutkan walaupun dinyatakan tidak aktif, tetapi mereka tetap dihitung sebagai pelanggan PDAM Kabupaten Kupang.

“ Kami masih tetap menganggap mereka sebagai pelanggan cuma diputuskan aliran airnya. Kalau dia (pelanggan,red) membayar semua tunggakannya, maka aliran air ke rumahnya kembali berjalan normal. Tetapi jika setelah melunasi tunggakannya dan mereka berhenti berlanggananan maka meretannya kami cabut ,” ujar Lobrik Saubaki.

Soal tunggakan biaya pemakaian air dari belasan ribu pelanggan ini, Lobrik Saubaki mengatakan kasus ini akan dikordinasikan dulu dengan Bupati Kupang. “ Selama ini petugas kami tetap berupaya menagih tunggakan ini. Masih ada yang masih membandel. Karena itu kami akan laporkan dulu dengan Pak Bupati bagaimana langkah yang akan diambil ,” jelas Lonrik seraya menolak menyebutkan jumlah tunggakan pemakaian air dari para pelanggan ini.[sc name=”BACA”]

Terkait banyaknya keluhan pelanggan soal pelayanan air minum yang kurang lancar ke rumah mereka selama ini, tetapi pembayarannya lancar setiap bulan, menurut Saubaki, salah satu penyebabnya karena jaringan pipa milik PDAM Kabupaten Kupang di Kota Kupang saat ini sudah kropos termakan usia, sehingga banyak air yang terbuang karena kebocoran pipa di sepanjang jalan.

“ Kami memahami keluhan para pelanggan. Selain karena debit air menurun pada sejumlah sumber, juga karena kondisi pipa yang sudah tua, termakan usia. Walau dalam sistuasi yang sulit ini, namun kami tetap berupaya melayani sebaik mungkin para pelanggan ,” kata Lobrik Saubaki yang diamini Ny. Ina Bubu.

Selain soal pipa yang termakan usia, kendala lainnya karena ada pipa yang sebagiannya sudah tertanam di dalam rumah penduduk, di bawah jalan raya, sehingga ketika melakukan perbaikan atau pergantian pipa, harus seizin pemilik rumah dan mengorbankan bangunan yang ada.

“Padahal, saat kami bangun 20-an tahun yang lalu, belum ada bangunan di situ. Tetapi, sekarang semua sudah ada bangunan. Bahkan sebagian jaringan pipa yang ditanam berada di dalam rumah penduduk. Ada juga yang sudah tertanam di bawah jalan beraspal, sehingga kalau mau diperbaik, maka banyak bangunan yang akan dikorbankan,” jelasnya.
Petugas teknis PDAM kata Lobrik sering mengalami kendala dilapangan ketika akan memperbaiki jaringan. “ Rata -rata yang dialami petugas PDAM di lapangan, si pemilik bangunan/rumah tidak rela membongkar bangunannya yang dilalui pipa PDAM. Inilah salah satu kendala,” ujarnya.

Dia mengungkapkan untuk mengatasi krisis air karena kekeringan panjang yang melanda kota Kupang sekarang ini, pihaknya menyiasati dengan membagi zona.
“ PDAM Kabupaten Kupang memiliki 33 sumber air dengan total debit pada situasi normal 374 liter per detik. Dengan sistem bergilir dan terpusat di salah satu zona itu, maka air tetap akan mengalir ke rumah pelanggan walaupun hanya sekali dalam seminggu ,” kata Lobrik Saubaki.

Selain pengembangan dalam kota Kupang, pihaknya juga memperluas jaringan sambungan rumah (SR) di Wilayah Kabupaten Kupang, seperti di Kecamatan Fatuleu, Kupang Timur, Amabi Oefeto. “ Selain untuk kota Kupang, kami juga memperluar jaringan keluar Kabupaten Kupang. Saat ini sementara berposes dan Desember nanti sudah selesai ,” tuturnya. ( Usif).


Reporter: Usif


Comments
Loading...