Puluhan Pemuda Mabuk Mengeroyok Lorens Hingga Pingsan

0
59

KUPANG, fokusnusatenggara.com – Kejadian penganiayaan terus terjadi di kota Kupang akibat pengaruh minuman Keras (Miras). Hal ini menimpa Lorens Olin (38), dianiaya sekelompok pemuda mabuk berjumlah puluhan orang mengakibatkan mukanya babak belur. Kejadian tersebut terjadi beberapa waktu lalu di RT 02 RW 01 Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang Nusa Tenggara Timur.

Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu, (23/3/2019) malam saat ia hendak pulang ke rumahnya usai mengantar orangtuanya di Kelurahan Lasiana.

Saat diperiksa penyidik Subnit V Sat Reskrim Polres Kupang Kota, Bripka Romi Matoneng, pria asal Kabupaten TTU ini nampak sulit berbicara. Hal tersebut karena bibir bagian atas dipenuhi jahitan karena robek diakibatkan hantaman benda tumpul.

“Ada lebih dari 20 orang yang keroyok saya, mereka hantam mulut saya pakai kayu kudung (balok kayu),” ungkapnya sembari menunjuk bibirnya yang telah diperban.

Saat kejadian ia tidak sendiri, ia membawa serta anaknya Ivan Olin (14) yang juga menjadi korban penganiayaan.

Ia mengaku, penganiayaan terhadap dirinya terjadi saat ia melintasi jalan masuk rumahnya dimana saat itu puluhan pemuda tengah menegak minuman keras.

“Kejadian sekitar pukul 01.00 Wita, saat itu saya baru pulang antar orangtua di Lasiana. Jalan masuk ke rumah hanya itu. Saya harus pulang karena anak saya yang bungsu baru umur dua hari,” paparnya.

Saat melintas, puluhan pemuda yang telah mabuk itu mencaci maki korban tanpa sebab yang jelas.
Mendengar hal itu, ia balik bertanya kepada para pelaku. Tak lama berselang puluhan pemuda tersebut secara membabi buta menganiaya korban hingga pingsan.

“Saya hanya tanya siapa yang maki? Tiba-tiba satu orang pukul saya di mulut. Yang lain terus pukul saya. Habis itu saya mandi darah dan pingsan,” kisah pria yang berprofesi sebagai tukang ini.

Anak korban, Ivan Olin (14) saat kejadian menangis dan sempat berlari melindungi ayahnya yang tengah dikeroyok. Ia pun ditimpuk oleh para pelaku menggunakan batu berukuran sedang di bagian punggung.

“Sampai sekarang masih sakit, tadi malam saya bernapas susah sekali,” kata Ivan sembari menunjuk punggungnya yang sakit.

Usai menganiaya kedua korban, para pelaku yang merupakan tetangga sendiri ternyata kurang puas. Mereka selanjutnya menimpuk rumah korban menggunakan batu. Saat itu, istri korban dan anak bungsunya yang baru berumur dua hari tengah berada di dalam rumah.

“Saya saat itu sudah sadar, saya lari ke depan rumah dan buka tangan supaya mereka tidak lempar rumah saya lagi. Kasihan anak saya yang baru lahir,” katanya.

“Mereka (pelaku) lempar batu itu tembus seng rumah. Saya takut anak dan istri saya kenapa-kenapa,” paparnya.

Tak terima dengan perlakuan para pelaku, korban bersama iparnya melaporkan kejadian tersebut di Mapolres Kupang Kota pada Sabtu malam sekira pukul 02.00 Wita.

Lorens mengaku telah menjalani visum di RSB Drs Titus Ully dan berharap, proses hukum dapat berjalan dengan lancar dan para pelaku mendapatkan ganjaran yang setimpal dengan perbuatannya.

“Saya laporkan kasus penganiayaan dan pengrusakan. Saya hanya minta keadilan,” katanya. (Obed)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here