Warga Malaka Pelaku Perjalanan Meninggal Dunia

0 210

BETUN,fokusnusatenggara.com- Blandina Luruk (BL), 48 Tahun, warga Loomota,  Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, yang meninggal pada Senin, 13 April 2020 dengan gejala yang mirip dengan Covid-19, langsung dimakamkan pada Selasa, 14 April 2020 dengan menggunakan Standar oparasional Prosedur (SOP) Covid-19.

BL diketahui baru saja tiba dari Surabaya, Jawa Timur, daerah yang masuk zona merah kasus penyebaran Virus Corona atau Covid-19 pada Minggu, 12 April 2020. Sebelumnya, BL bekerja di Surabaya sejak 2019 dan baru kembali ke Malaka disaat pandemi Covid-19 merebak.

Informasi yang berhasil redaksi menyebutkan, bahwa pada Minggu 12 April 2020, almarhumah berangkat dari Surabaya menggunakan pesawat dan turun di Kupang lalu melanjutkan perjalanan menuju Malaka dengan transportasi darat. Sesampainya di Malaka, almarhumah sempat melakukan pemeriksaan di Puskesmas Besikama.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, saat dikonfirmasi secara terpisah di kediamannya, Rabu, 15 April 2020 mengatakan, Prosesi pemakaman yang dilakukan berdasarkan protap yang berlaku, lantaran korban adalah pelaku perjalanan dari zona merah penyebaran Covid-19. Sehingga bagi warga Malaka yang baru datang dari daerah terpapar Covid-19 perlu melaporkan diri ke Puskesmas terdekat untuk diperiksa kesehatannya.

“Apakah sakit karena Covid-19 atau bukan lebih baik lapor, supaya tidak ada kecurigaan, karena begitu diketahui dari luar jika meninggal maka akan dikuburkan dengan protokol Covid-19. Kalau ini terjadi tentu keluaga tidak bisa pergi melayat, dan petugas bersama keamanan datang untuk mengurus penguburan dengan prosedur penanganan layaknya pasien Covid-19,” ungkapnya.

Dengan adanya prosedur pemakaman sesuai protokol Covid-19, kata bupati Stef, semua anggota keluarga yang pernah berhubungan dan berinteraksi atau bersentuhan fisik dengan almarhumah akan didata dan diperiksa kemudian dilakukan isolasi atau karantina.

Bupati Stef mengingatkan dan mengimbau masyarakat agar masyarakat meningkatkan kesadarannya akan bahaya virus korona ini dengan tetap menjaga pola hidup bersih. Menjalankan instruksi pemerintah agar tetap tinggal di rumah, rajin cuci tangan pakai air mengalir dan sabun serta tidak kumpul-kumpul banyak orang atau berkerumun di keramaian.

“Masyarakat harus sadar bahwa penyakit akibat virus ini memang berat dan mematikan, makanya harus taat mengikuti imbauan pemerintah,” tandasnya.

Berdasarkan data yang didapat, warga Malaka pelaku perjalanan yang meninggal dan dimakamkan dengan protokol pemakaman Covid-19 sejauh ini berjumlah dua orang. Salah satunya mahasiswa Sekolah Tinggi Pertanian Malang dan kini Blandina Luruk. (*/narky)

Sumber foto : victorynews.id

 

Comments
Loading...