Berita Terkini Hari Ini, Kabar Akurat & Berimbang

Perang Lawan Corona, ‘Pemuda Gaza’ Bagi-Bagi Hand Sanitizer

0 241

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Meningkatnya penyebaran Virus Corona atau Covid-19  Di Indonesia yang sudah memakan korban meninggal dunia sebanyak 58 orang, memantik sikap peduli dari puluhan ‘Pemuda Gaza’, sebutan bagi komunitas pemuda belakang Pasar Oebobo, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Provinsi NTT, untuk berpartisipasi.  Wujud partisipasi tersebut,  dilakukan dengan cara membagi Masker dan Hand Sanitizer kepada warga Kelurahan Fatululi pada Rabu, 25 Maret 2020.

“Ini sebagai bentuk kepedulian kami pemuda gaza untuk perang lawan virus corona,” ungkap Sony Taolin, salah seorang motor penggerak kegiatan tersebut.

Dijelaskan Taolin, meningkatnya angka kematian akibat virus ini, membuat cemas seluruh warga Indonesia, termasuk warga Kota Kupang. berdasarkan data yang sudah dirilis oleh Pemerintah Indonesia, hingga saat ini sudah ada 58 orang yang meninggal dunia, dari total masyarakat yang terpapar sebanyak 790 orang.  Untuk itu sebagai langkah antisipasi agar virus ini tidak menyebar sesuai dengan anjuran pemerintah, kami lakukan kegiatan ini, sebagai bentuk tanggung jawab moral pemuda terhadap anjuran pemerintah untuk perang melawan virus ini.

” Jumlah korban yang meninggal akibat virus ini terus meningkat setiap harinya. Sebagai warga tentu kami cemas akan hal ini, tetapi kami harus bersama dengan warga memerangi virus ini dengan cara hidup sehat sesuai anjuran pemerintah, dan menjaga jarak serta mencuci tangan dengan cairan pembersih. untuk itu kami melakukan hal ini sebagai bentuk kepedulian tersebut,” jelasnya.

ditambakannya, kegiatan pemuda ini, mendapat respon dari seluruh perangkat pemerintah setempat. Bahkan bersama beberapa Ketua RT yang ada di Keluruahan Fatululi, ‘Pemuda Gaza’ selain membagikan Masker dan Hand Sanitizer, ikut mengedukasi pola hidup yang sehat kepada masyarakat, serta menegaskan bahwa dengan diam di rumah selama 14 hari sesuai anjuran pemerintah, kita semua ikut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penyebaran virus yang mewabah pertama kali di Wuhan, Negara China Ini.

” Sesuai anjuran pemerintah, cara efektif untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini hanya dengan berdiam diri di rumah selama 14 hari, dan makan gisi seimbang. Kami edukasi itu kepada masyarakat agar pesan dari pemerintah ini bisa tersampaikan dengan baik,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut antaranya, Ketua RW 07, Okto Buli, Ketua Keamanan Kelurahan fatululi, Kalfin Weni, Ketua RT 20, Desy Malia Lenggu, Ketua RT, 21 Marthen Tenis, Ketua RT 22, Darlius Pau Riwu, dan Ketua RT, 23 Fredik Orapau. (*Aydan)

Comments
Loading...