Bupati Malaka : BL Meninggal Bukan Sakit Corona

0 708

BETUN,fokusnusatenggara.com- Bupati Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Stefanus Bria Seran mengatakan, Almarhumah Blandina Luruk (BL), warga Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, yang meninggal pada Senin, 13 April 2020 bukan disebabkan oleh Corona, melainkan oleh penyakit maag kronis yang diderita korban sejak lama.

“ Jadi berdasarkan hasil diagnosa dari dari Puskesmas Besikama, yang bersangkutan meninggal akibat sakit maag. Riwayat sakit yang dialami oleh almarhumah sudah diderita sejak lama, bahkan sebelum jalan ke Surabaya pada tahun 2019. Jadi almarhumah meninggal bukan karena sakit corona,” ungkap Bupati Bria Seran, yang juga seorang dokter ini, dalam jumpa pers bersama wartawan di Haitimuk, Weliman, Rabu 15 April 2020.

Dijelaskannya, untuk menentukan seseorang terpapar atau sakit akibat virus corona, membutuhkan pemeriksaan khusus. Dari hasil pemeriksaan fisik, kemudian konsultasi dengan pihak keluarga, disimpulkan bahwa yang bersangkutan memiliki riwayat sakit maag.

Namun demikian, tandasnya, karena almarhum masuk dalam kategori pelaku perjalanan dari daerah yang terpapar virus corona, maka pemakaman dilakukan dengan menggunakan protap penanganan Covid 19.

“ Almarhum ini baru kembali dari Surabaya, yang masuk daerah terpapar, maka untuk proses pemakamannya, kita lakukan dengan mengikuti protap penanganan Covid 19,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Blandina Luruk (BL), 48 Tahun, warga Loomota,  Desa Umatoos, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, meninggal pada Senin, 13 April 2020 dan langsung dimakamkan pada Selasa, 14 April 2020 dengan menggunakan Standar oparasional Prosedur (SOP) Covid-19.

BL diketahui baru saja tiba dari Surabaya, Jawa Timur, daerah yang masuk zona merah kasus penyebaran Virus Corona atau Covid-19 pada Minggu, 12 April 2020. Sebelumnya, BL bekerja di Surabaya sejak 2019 dan baru kembali ke Malaka disaat pandemi Covid-19 merebak.(anarky)

Comments
Loading...