Bidan Harus Melayani Penuh Kasih Tanpa Pandang Bulu

0 80

Kupang, fokusnusatenggara.com / 21 Desember 2019
Bidan adalah profesi yang sangat mulia. Karena melaksanakan tidak pandang bulu. Tidak membedakan status sosial pasien baik itu pejabat, petani atau kaum buruh sekalipun. Juga dalam melaksanakan tugas harus penuh kasih dan tanggung jawab.

“ Bidan itu profesi yang mulia. Karena melayani para pasien tanpa melihat status sosialnya. Tidak membedakan itu pejabat atau rakyat kecil. Karena itu harus laksanakan tugas harus seriuas sesuai janji yang telah diucapkan dalam sumpah jabatan ,” kata Wabup Kupang, Jerry Manafe saat memberikan sambutan pada musayawar cabang Ikatan Bidan Indonesia ( IBI ) Cabang Kabupaten Kupang dan pengambilan sumpah di Hotel Romyta Kupang ( 20/12).

Walaupun melayani dengan penuh kasih dan tanggungjawab tetapi Wabup Jerry Manafe mengkritisi para anggota menyangkut lokasi atau tempat tugas.

“ Dalam pelayanan saya tidak persoalkan karena terekam semuanya melayani penuh kasih sesuai sumpah jabatan. Hanya saja masih menjadi persoalan karena kebanyakan anggota Bidan cenderung memilih lokasi tugas dipinggiran kota. Mereka keberatan jika ditempatkan dipelosok atau daerah terpencil ,” jelas Jerry Manafe.

Kedepan nanti lanjut Jerry Manafe, agar para anggota IBI tidak ngotot untuk ditempatkan didalam kota atau dipinggiran kota. Karena saat melamar menjadi pegawai ada satu surat pernyatan bahwa bersedia ditempatkan dimana saja.

“ Kedepan nanti tidak anggota anggota IBi yang ngotot atau melobi untuk dtempatkan dalam kota atau dipinggiran kota. Justru mendapat tempat tugas dipelosok itu melayani kebanyakan orang susah. Tentu mendapat rahmat lebih besar disbanding mereka yang dikota ,” kata Jerry Manafe.

Disisi lain, Jerry Manafe menyebutkan bahwa kondisi di Kabaupaten Kupang saat ini banyak Puskesmas kekurangan Bidan dan lebih banyak masyarakat dilayani tenaga sukarela. “ Sebagian sekitar 50 persen Puskesmas di pelosok Kabupaten Kupang masih kekurangan Bidan. Masih dilayani para tenaga kontrak atau sukarela. Ini karena kebanyakan anggota Bidan kebanyak menumpuk bertugas di kota atau pinggiran kota. Kededepan semua ditempatkan di desa pedalaman ,” ujar Jerry Manafe.

Sementara itu Ketua IBI Provinsi NTT, Damita Palalangan dalam sambutannya menyampaikan bahwa IBI saat ini berusia ke-68 tahun. Karena itu harus berbenah diri untuk membantu pemerintah dalam pembangunan kesehatan khususnya dalam pelayanan kebidanan.

“ Saya minta para anggota IBI melaksanakan tugas harus profesional dalam mengawal generasi yg sehat, berkualitas dan produktif. Selain itu masalah sekarang ini adalah stunting yang harus ditangani dengan serius.

“ Anggota IBI diminta lebih berperan aktif dalam mengatasi masalah stunting ini. Karena penurunan angka kematian ibu dan anak merupakan indikator derajat kesehatan 1(satu) bangsa. Harus ditangani semenjak semenjak dalam kandungan hingga 1000 hari kehidupan anak ,” kata Damita Palalangan.


Reporter: Usif


Comments
Loading...