Angka Kematian Ibu Dan Anak Di NTT Tinggi, IBI Harus Tunjukkan Peran

0
275
Loading...

KUPANG, fokusnusatenggara.com / 22 Juni 2019
Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di NTT sampai sekarang masih terbilang tinggi. Karena itu angota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) NTT mesti menunjukkan perannya menekan AKI dan AKB.

“ Fakta dan data yang menunjukan demikian. Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di NTT sampai sekarang masih terbilang tinggi. Karena itu anggota IBI tidak berdiam diri tetapi harus berperan aktif untuk meminimalisir, menurunkan angka ini ,’ kata Kepala Dinas Kesehatan NTT drg. Dominikus Minggu, M.Kes, dalam sambutannya ketika membuka Musda IBI NTT di Milenium Ballroom Kupang, Jumat (21/6/2019).
Dia menyebutkan tahun 2008, ada 30 kasus kematian ibu (AKI), dan pada tahun 2018 naik menjadi 150 kasus. Sedangkan angka kematian bayi (AKB) tahun 2008 sebanyak 1.278 bayi, dan tahun 2018 angkanya 1.265.

‘ Ini sangat tinggi dan saya harapkan agar IBI yang anggotanya menjadi garis terdepan didesa yakni di Pustu dan Pukesmas, Klinik Besalin, Balai Kesehatan Ibu dan Anak ( BKIA) jangan berpangku tangan. Jangan menunggu tetapi bila perlu turun jemput bola ,” ujar drg. Dominikus Minggu, M.Kes

Dengan fakta ini, kata Dominikus, AKI dan AKB di NTT masih terus meningkat. “Angka Kematian Ibu dan Anak di NTT masih terus meningkat,” tegasnya.
Terhadap kenyataan ini harap drg. Dominikus Minggu, M.Kes, Ikatan Bidan Indonesia harus terus ikut berpartisipasi dalam pembangunan kesehatan masyarakat daerah NTT.
“ Angka Kematian Ibu dan Anak di NTT masih tinggi bahkan terus terus meningkat dari tahun ke tahun. Anggota IBI agar berpartisipasi serius membantu menangani ini. Harus pro aktif memberikan sentuhan yang penuh kasih ,” ujar drg. Dominikus Minggu, M.Kes.
Sementara itu salah seorang pemateri, dr. H. Boyke Dian Nugraha, SpOG, dalam pemaparan materinya mengungkapkan bahwa bidan merupakan sahabat terbaik masyarakat. “ Bidan adalah para sahanat terbaik dalam menurunkan kematian ibu dan bayi dalam masyarakat. Ini karena bidan adalah petugas kemanusiaan yang terdepan di masyarakat dapat menurunkan kematian ibu dan bayi dalam masyarakat,” ungkap dr. H. Boyke Dian Nugraha, SpOG.

Musda IBI dengan tema “Bidan Melindungi Hak Reproduksi Melalui Pemberdayaan Perempuan dan Optimalisasi Pelayanan Kebidanan” ini dihadiri antara lain Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang dr. Ari Wijana, Ketua Pengurus Ikatan Besar IBI NTT dan 19 Ketua Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di NTT. ( Sony).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here