Ungkapan Cinta Ala Stevi Harman Untuk Sang Papa

0
977
Loading...

KUPANG,fokusnusatenggara.com-   Mungkin ada yang luput dari perhatian kita saat Paket Harmoni (Benny K Harman dan Benny Litelnoni) mendaftar ke KPU Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 8 Januari 2018 lalu. Diantara deretan barisan pengantar Paket Harmoni, ada dara cantik yang membuat saya bertanya siapakah mereka.

Ternyata dia adalah Maria Caecilia Stevi Harman, putri sulung Benny K Harman dengan Maria Goretti Ernawati Harman, yang ikut dalam barisan pengantar tersebut. Dengan balutan busana adat Manggarai, Stevi, begitu ia disapa, tampil anggun. Stevi tidak sendiri. Dia datang ditemani sang adik Maria Benedikta Stella Harman, guna memberikan dukungan moril kepada sang papa, Benny K Harman.

“ Jujur, kami berdua hanya bisa memberikan dukungan lewat cara ini, dengan datang dan berikan dukungan total untuk maju menjadi bertarung dalam Pilgub ini, sebagai wujud cinta kami kepada papa dan mama. Selain itu dengan belajar yang rajin dan tekun, itu tugas kami guna membahagian papa dan mama,” ungkap Stevi yang diamini Stella.

Namun demikian, dirinya merasa takjub dan terharu. Pasalnya, kakak beradik ini tidak menyangka animo masyarakat yang begitu besar dalam memberikan dukungan kepada pasangan Paket Harmoni. Bahkan dirinya tidak bisa mengeluarkan kalimat, sebagai ungkapan yang pas akan besarnya antusias masyarakat pada saat itu.

“ Saya senang sekali dengan antusias masyarakat mendukung papa. Di saat banyaknya masyarakat yang mendukung papa, kesimpulan yang bisa diambil bahwa mereka percaya akan konsep, visi dan missi papa sebagai calon gubernur,” ujar Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Ungkapan “Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya”, ada benarnya. Sikap serius, tegas, jujur dan berkarakter sang papa, itulah kesan pertama yang tergambar yang bisa kita dapat dari Stevi saat  saling berdiskusi. Tutur bahasanya santun serta pilihan kalimat yang terukur.

Meski besar di Jakarta, bukan berarti Stevi dan Stella lupa akan tanah leluhurnya. Setiap libur sekolah, mereka bertiga ditambah Maria Bernadetha Molas Harman sang bungsu, selalu menyempatkan diri datang ke Manggarai, untuk menajlin keakraban bersama keluarga besar, dan berdoa meminta restu leluhur.

“ Kami bertiga setiap libur sekolah  selalu minta ke papa dan mama untuk pulang kampung. Di kampung kami habiskan dengan kunjungi semua keluarga. Tak lupa juga kami selalu berdoa kepada leluhur agar menjaga dan melindungi kami,” tuturnya.

Ketika berdiskusi lebih serius soal sumbangsih mereka kepada sang papa, kali ini giliran Stella sang adik angkat bicara. Menurutnya, sumbangsi mereka kepada sang papa hanya bisa dilakukan lewat konsep program yang berbasis generasi muda.

Generasi muda NTT sebagai pewaris pembangunan ke depannya, harus diberi ruang yang cukup untuk mengaktualisasi diri, serta bebas berekspresi secara postitif dalam memberikan inovasi yang baru dibidang, seni, budaya, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, serta kegiatan ekonomi kreatif yang berprospek.

“ Kita bertiga dengan komunitas anak muda di jakarta, sudah memiliki konsep yang bisa dimasukan dalam kampanye program kerja papa. Bahwa pemuda harus diberikan ruang yang cukup untuk bebas berekspresi serta aktualisasi diri dalam kegiatan yang positif dan produktif. Genarasi muda NTT harus lebih unggul dan kreatif dari daerah lain. Soal detail programnya seperti apa, sedang kita rancang,” jelas mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia ini.

Memang banyak cara yang bisa diberikan oleh anak kepada orang tua. Pilihan cara yang sederhana ala Stevi harman bersama sang adik patut dijadikan contoh. Cinta bukan soal ungkapan emosional. Tapi jauh lebih dari itu, cinta harus dimanifestasikan dalam perbuatan nyata. Stevi, Stella dan Molas sudah membuktikan itu, dengan ungkapan Cinta yang Harmoni. (Je Taolin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here