Terhimpit Ekonomi, Satu Keluarga Terpaksa Tinggal di Kandang Babi

  • Bagikan

KUPANG,fokusnusatenggara.com– Sungguh memprihatinkan kehidupan Adolfina Ninaohoni (51), warga RT 05 RW 02, Dusun 3 kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Betapa tidak, Adolfina bersama 4 orang anak dan 1 cucunya selama 2 tahun harus tinggal di sebuah kandang bersama seekor babi peliharaan.

babiGubuk menyerupai kandang yang ditempati Adolfina bersama ana dan cucunya hanya berukuran 1,5 X 2 meter, berdinding bebak (terbuat dari batang daun lontar) dan beratap daun seadanya. Mereka berenam pun harus rela tidur berdesak-desakan hanya beralaskan tikar seadanya. Di bagian bawah tempat mereka tidur, ada seekor babi yang kesehariannya tinggal bersama mereka. Babi itu diberi makan setiap hari, dengan harapan kelak bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Baca Juga :  Romo Rantinus: Imam yang Diusung Jadi Calon Bupati

Adolfina mengisahkan, dia bersama anak dan cucunya harus menjalani hidup dengan secara memiluhkan sejak tahun 2004 silam. Pada saat itu, kambing peliharaan mereka dibunuh oleh orang yang tidak dikenal. Namun, kambing peliharaan sudah dibunuh, rumahnya pun menjadi sasaran pengerusakan oleh sejumlah tetangga. Ia mengaku sempat melapor ke Aparat Kepolisian di Polsek setempat, namun tak pernah digubris.

Baca Juga :  PMK Poltek Gelar Konser Natal

Penderitaan Adolfina tak sampai di situ. Pada tahun 2011, saat suaminya meninggal dunia, ada orang yang mengklaim bahwa tanah dan rumah yang ditempati Adolfina bersama anak dan cucunya adalah milik mereka. Mereka yang mengklaim tanah dan rumah mulai menanam berbagai tamaman di kompleks rumah Adolfina. Lagi-lagi, ia melaporkan persoalan ini ke pihak berwajib, namun tetap tidak ditindaklanjuti.

“Saat beta punya suami meninggal, keluarga Agus Nenoharan bersama Aser Nenoharan yang klaim ini tanah mereka, mereka masuk dan berkebun di kintal rumah. Beta lapor polisi tapi tidak digubris juga dan singkat cerita keluarga Nenoharan ini sering ancam kami mau bunuh dan segala macam, ini pun saya lapor ke polisi tapi polisi bilang ini masalah perdata jadi pulang,” ungkap janda berusia 51 tahun itu, Senin (25/1/2016).

Baca Juga :  Tujuh Wanita Penggoda Paling Terkenal di Dunia

Hal ini berlangsung terus. Ketika tahun 2014, rumah miliknya roboh. Adolfina kemudian ingin membeli bahan untuk memperbaiki rumahnya yang rusak. Namun, oleh keluarga Nenoharan yang mengklaim kepemilikan tanah tidak mengijinkan.

  • Bagikan