Siapapun Calonnya, Pilihannya Tetap SBS!!!

Oleh : Jeffry Taolin

0 571

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Pilkada serentak Tahun 2020 memasuki babak baru. Setelah pemerintah mengeluarkan keputusan bahwa pelaksaannya serentak akan dilakukan pada tanggal 9 Desember 2020, daerah penyelenggara mulai berenah.

Rancangan agenda tahapan mulai dipersiapkan. Dari sekedar urusan teknis hingga prinsip semisal regulasi dan pendanaan mulai didiskusikan penyelanggara, untuk dibuat dalam keputusan final. Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah satu dari Sembilan daerah penyelenggara serentak pilkada tahun ini.

Segala persiapan, terutama soal siapa bakal calon, apa konsep dia soal kepemimpinan Malaka lima tahun kedepan, hingga sosialisasi diri bahkan framing narasi kerap kita temui dalam postingan jagat maya. Tercatat dalam data penulis, ada tiga pasang bakal calon yang sudah menyatakan diri secara terang-terangan untuk maju.

Ada pasangan Bakal Calon Simon Nahak, praktisi hukum asal Malaka yang saat ini berdomisili di Denpasar-Bali, mengandeng Lucky Loise Taolin. Ada pula Emanuel Bria, Profesional yang tinggal di Jakarta, memilih Roy Tei Seran, Politisi PDIP. Selain kedua pasangan Balon tersebut, ada nama Stefanus Bria Seran yang kerap disapa SBS, Bupati Petahana Kabupaten Malaka, yang berpasangan dengan Wendelinus Taolin, bangsawan Sonaf Io Kufeu, Bani-bani.

Menarik untuk melihat ketiga pasangan Balon ini. siapa mereka, rekam jejak mereka, pengamalam mengelolah birokrasi, serta kemampuan manejerial kepemimpinan mereka. Mengapa demikian? Rakyat Malaka sudah cerdas. Pilihan bukan soal kedekatan emosional, tetapi soal pimpinan yang benar-benar mampu dan layak disebut pemimpin.

Seminggu terakhir ini, hingar bingar jagat maya tensinya sedikit menurun. Beberapa kali saya “berselancar” di grup-grup facebook Pilkada Malaka, tidak ada postingan soal kesiapan serius dari para pasangan bakal calon. Yang ada hanya saling nyinyir, klaim soal jagoan masing-masing, bahkan beberapa postingan bisa kita nilai sebagai pelipur lara belaka, di ujung penentuan bakal calon yang akan diusung oleh Parpol.

Apakah ini pertanda bahwa para calon atau kompetitor mulai bingung di ujung persimpangan jalan? Ataukah para calon mulai galau dengan pelung yang semakin tipis untuk dapatkan dukungan politik dari partai? Atau lebih ekstrimnya, apakah para calon mulai mulai rame-rame “buang handuk” sebagai simbol menyerah sebelum bertanding? Tentu tidak.

Hanya Stefanus Bria Seran, Bupati Petahana Kabupaten Malaka,yang memilih Wendelinus Taolin (WT) sebagai pasangannya, nampak diam dan terus bekerja dalam senyap atau istilah bekennya “ Sillent Operation”.  SBS – WT, tagline pasangan ini, selalu kerja secara terukur dalam politik. Bahkan “cara membunuh” lawan politik juga dibuat demikian dinamis, hingga lawan terlena, kemudian “game over”.

Ingat, mengalahkan SBS saat ini seperti beberapa tulisan saya sebelumnya sangatlah berat dengan beberapa basis analisa. Pertama, SBS dan WT adalah pasangan bakal calon yang berdasarkan survey Indokator Politik Indonesia besutan Burhanudin Muchtadi, Surveyor kawakan Indonesia, berada jauh diatas para lawannya. Disaat SBS-WT berada diatas angka 50 persen, lawan lain masih merangsek di angka belasan, bahkan ada yang berjuang keras mencapai dua digit.

Kedua, dukungan partai politik sebagai syarat dukungan sebelum bertarung, hanyalah SBS dengan bakal calon pasangannya WT yang saat ini sudah resmi mengantongi SK Rekomendasi dari DPP Partai Golkar dan Nasdem. Sedangkan calon lain masih masih main “Asal Comot” logo dan lambang partai tanpa adanya kepastian dan rekomendasi tertulis. Ingat, ini pertarungan bung!!!. Hitungan waktu bukan hal sepele, ketimbang kicauan narasi tanpa isi di jagat media sosial, apalagi framing narasi ulang-ulang yang membuat bosan para konstituen pemilik hak suara.

Ketiga, kesiapan program kerja yang tertuang lengkap dalam lembaran visi dan misi. Kalau soal ini tentu saya sangat yakin bahwa SBS-WT sudah siapkan jauh hari sebelum dukungan partai  Golkar dan Nasdem mengarah ke mereka. Mengapa demikian? Sebab atas Visi, Misi dan Program Kerja itu, sebagai indikator guna meyakinkan partai menentukan pilihan. Kalau soal calon lain, mungkin konsep ini ada, tetapi apakah sebagus SBS-WT atau tidak ini yang menjadi pertanyaan refleksi.

Keempat, kekuatan mesin partai dan tim kerja. Sejauh ini dalam pengamatan saya hanya SBS-WT yang memiliki kesiapan tim paling baik dibandingkan calon lain. Mesin berkekuatan tinggi dengan kapasitas besar seperti Golkar tentu tidak bisa dibantah dengan fakta apapun sebagai pendulang suara terbanyak. Dipadu dengan mesin politik nasdem yang “Militan dan Bandel”,  tentu kerja politik akan semakin baik dan maksimal. Selain itu, “Relawan Ultras SBS-WT” relawan fanatik yang strukturnya sampai RT, saat ini menerapkan “Sillet Operation”.

Mereka bukan  bermain dalam euforia tanpa konsep apalagi sekedar hanya “Tim Hore”. Kondisi ini, yang secara faktual sedang terjadi. Sedangkan bagi pihak lawan, saat ini masih mengandalkan narasi tanpa konsep bukan pada tataran kerja riil dengan hasil terukur.

Ini mungkin beberapa alasan yang bisa disampaikan, dengan pengamatan saya sejauh ini. Mungkin ada kekeliruan atau miss dalam analisa ini. Tapi fakta yang terjadi demikian adanya.

Dalam beberapa kesempatan bahkan jauh sebelum mendaftar ke partai politik, SBS selalu optimis bahwa siapa pun lawannya, dia akan siap hadapi untuk meramaikan kontestasi demokrasi ini. sikap optimis SBS ini, adalah ciri pemimpin yang percaya diri, baik serta populis, ditunjang dengan kemampuan intelektual dan pengalaman kerja yang terukur.

Memang SBS bukan pemimpin yang hebat apalagi “Sakti”, seperti dalam dunia pewayangan. Tapi faktanya, SBS adalah Stefanus Bria Seran, Bupati Malaka, sama seperti pemimpin lainnya. SBS datang untuk melayani Rakyat Malaka.

Lalu bagi kita (saya dan anda) serta seluruh masyarakat Malaka, pilihannya saat ini berlabuh kemana? Apa anda masih ragu dengan SBS? Bagi Pecinta sosok Alumnus Boston University ini, mereka teguh dalam prinsip. “Siapapun Calonnya, Pilihannya Hanya SBS!”.   

Penulis Adalah Rakyat Biasa Tinggal Di Kota Kupang-NTT

Comments
Loading...