“Separuh Hati” AHY Ada Di NTT

115

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Setiap manusia tidak akan pernah tahu bagaimana takdir hidupnya kelak. Semua menjadi rahasia sang khalik. Demikian pula dengan Agus Harimurti Yudhoyono. Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mantan Presiden Republik Indonesia keenam ini, tidak pernah menduga takdir hidupnya akan menuju dunia politik.

Tapi ada benarnya pepatah “ Buah Jatuh Tidak jauh Dari Pohon”. Darah militer dipadukan dengan politik dalam diri sang ayah sekaligus guru bangsa tersebut, turun langsung dalam diri suami Annisa Pohan yang dikerap disapa AHY ini.

Memulai karir sebagai seorang militer yang berdinas di TNI Angkatan Darat, AHY dididik menjadi seorang patriot dengan jiwa nasionalisme yang tinggi. Banyak prestasi dalam dunia militer yang sudah ditorehkan Alumni Akmil Tahun 2000. Sebagai  peraih Bintang Adi Makasaya, penghargaan tertinggi atas lulusan terbaik Akmil, AHY yang berkiprah di dunia militer selama 16 tahun, merupakan sosok dengan spesialisasi tugas pasukan perdamaian di daerah konflik.

Namun demikian, pada Tahun 2016, AHY memutuskan untuk mengundurkan diri dari dunia militer dengan pangkat Mayor, dan terjun ke dunia politik. Dengan segudang pengalaman dan ilmu yang didapat dari alumnus Harvard University Of America ini, tidak membuat AHY sulit dalam beradaptasi dengan dunia politik indonesia.

Maju menjadi Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta pada Tahun 2017, merupakan titik awal bagi AHY terjun dalam dunia politik praktis. AHY memang gagal saat itu. Namun kegagalan AHY menjadi cambuk untuk dirinya agar terus belajar dan memahami lebih dalam dunia politik dengan segala dinamikanya. Puncaknya, pada 15 Maret 2020, AHY terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum Partai Demokrat untuk masa jabatan 2020 hingga 2025.

Dengan tanggung jawab yang begitu besar sebagai ketua partai, AHY wajib membawa panji Partai Demokrat lebih populer, dikenal hingga dicintai oleh seluruh rakyat Indonesia. Tanpa menunggu lama, AHY tancap gas. Dirinya melakukan road show ke semua provinsi, guna memperkenalkan visi dan misi dari partai yang menganut prinsip nasionalis religius ini.

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu destinasi politik dari AHY dalam lawatannya. Bahkan sejauh ini, AHY sudah dua kali datang ke Kota Kupang. Kedatangan pertama AHY pada 18 Februari 2020. Saat itu, AHY datang dengan tujuan untuk melihat kemajuan Kota Kupang, terutama dari sisi penataan kota,  yang lagi masif dikembangkan oleh Jefri Riwu Kore, Walikota Kupang, yang juga menjabat Ketua DPD Partai Demokrat NTT.

Bahkan menurut AHY dalam sebuah wawancara media saat itu, dirinya tidak heran dengan apa yang dicapai Kota Kupang. Pasalnya, AHY mengetahui persis sosok Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore baik itu bibit, bebet maupun bobot, lantaran sama-sama kader Partai Demokrat.

“ Saya percaya dengan kemampuan Pak Jefri. visi kepemimpinan yang dimiliki dalam memajukan Kota Kupang ini saya tahu persis,” ungkap AHY, 18 Maret 2020 silam, saat “kongkow” akrab dengan kaum milenial Kota Kupang di Taman Tirosa.

Usai kunjungan perdana tersebut, AHY kembali lagi ke Kota Kupang pada 27 April 2021. Kunjungan kali ini, AHY datang untuk melihat langsung masyarakat Kota Kupang yang tertimpah musibah Badai Siklon Tropis Seroja.

AHY datang tidak dengan tangan kosong. Bantuan paket sembako sebanyak 5 truk diserahkan langsung kepada warga yang tertimpa musibah. Selain Kota Kupang, kabupaten lain yang dibantu AHY yakni Rote Ndao, Sabu Raijua, Kabupaten Kupang dan Kabupaten Malaka.

Dalam momentum tersebut, dari Kota Kupang AHY ingin memberikan pesan moral kepada seluruh nusantara, bahwa Partai Demokrat memang peduli dan beri solusi. Kehadiran Partai Demokrat bukan saja berkiprah dalam dunia politik praktis dan kekuasaan, tetapi hadir dengan memberi dari kekurangan kepada sesama yang terkena musibah.

Kunjungan ke Kota Kupang kali ini, AHY sangat terkesan. Selain bisa berbagi dengan sesama yang terkena musibah, AHY juga mendapat ilmu baru dari Yang Mulia Uskup Agung Kupang, MGR, Petrus Turang.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan pada Rabu, 28 April 2021, sebelum AHY bertolak kembali ke Jakarta, dirinya sempat berdiskusi banyak hal dengan MGR. Petrus Turang. Satu hal yang menjadi kesan dalam pertemuan tersebut bagi AHY, adalah gambaran akan sikap toleransi kerukunan umat beragama yang terjalin begitu harmonis di NTT. Bagi AHY, NTT merupakan contoh bagi daerah lain akan pentingnya toleransi dan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Sebelum berpamitan, AHY sempat diberi nasehat dan pesan oleh MGR. Petrus Turang, agar menjadi sosok yang selalu dekat dengan rakyat dan jangan tipu-tipu mereka. “ Hiduplah dengan rakyat, jangan tipu-tipu mereka,” pesan Uskup Turang saat itu.

Selain memberi pesan, MGR. Petrus Turang juga mendoakan AHY, agar menjadi bagian penting dari negara ini, dengan memberikan seluruh kemampuan pikiran cerdas guna perkembangan bangsa dan negara. “ Saya doakan supaya AHY menjadi bagian atau komponen bangsa Indonesia yang memberikan seluruh kemampuan kepada rakyat untuk berkembang lebih baik,” ungkap MGR Petrus Turang.

Bagi AHY pesan ini sangat dalam maknanya. Selama hayat masih dikandung badan,  Kota Kupang akan terus menjadi bagian dalam dirinya. AHY memang masih muda. Tetapi karakter dan jiwa kepemimpinan dia sudah tergambar jelas dengan kemampuan yang dimiliki. Kota Kupang akan menjadi bagian dari AHY, demikian pula AHY. Bagi AHY “Separuh Hatinya” ada di NTT.

Penulis :  JEFFRY LEONARDO TAOLIN, wartawan www.fokusnusatenggara.com

Comments
Loading...