Berita Terkini Hari Ini, Kabar Akurat & Berimbang

SBS Di Saenama

0 173

BETUN,fokusnusatenggara.com- Saenama, Desa kecil di Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), hari ini tampak ramai tidak seperti biasanya. Kebetulan hari ini, Rabu, 22 April 2020,  Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran atau kerap disapa SBS ini melakukan kunjungan kerja ke situ.

Ini merupakan kunjungan spesial. Sebab ditengah suasana pandemik wabah Corona atau Covid-19 yang menyerang Indonesia, Alumnus Boston University, USA  ini, mampir untuk memastikan kesiapan perangkat desa dalam mencegah penyebaran virus mematikan yang pertama kali merebak di Provinsi Wuhan, China awal tahun 2020.

Didampingi AKBP Albert Neno, Kapolres Malaka, serta beberapa pimpinan OPD, SBS tiba di Saenama. Disambut dengan sederhana ala tradisi dan budaya Malaka, rombongan SBS dikalungi lembaran kain tenun ikat bermotif khas Malaka. Setelah rehat beberapa saat, diskusi dengan warga Saenama dilakukan.

Brinsyna Elfrida Klau, Penjabat Desa Saenama, mulai membuka diskusi. Kaka Ida, begitu sapaan Brinsyna di kalangan jurnalis Malaka. Maklum, sebagai Penjabat Desa Saenama, Kaka Ida Juga merupakan Kadis Infokom Malaka, yang saban hari selalu ditemani para kuli tinta.

Tanpa basa basi, Kaka ida langsung sampaikan keluhan warganya. Dibuka dengan paparan soal kegiatan penanganan Covid-19, hingga keluhan soal listrik dan air yang sampai saat ini belum dirasakan dengan maksimal oleh warga Saenama. Padat, berisi dan singkat. (Ternyata diakhir baru saya tahu bahwa Bupati SBS itu selalu tekankan agar para staf dalam menyampaikan usul dan saran harus tegas, padat dan berisi tanpa pemanis standar).

Usai  Kaka Ida sampaikan pemaparan dan keluhan warga, Bupati SBS langsung dengan tegas menjawab, usulan dan keluhan warga Saenama akan disampaikan kepada Pemerintah Pusat melalui Kementrian terkait, serta Pemerintah Provinsi NTT juga.

“ Saya sedih tadi pas lewat lihat anak anak di Desa Saenama dan Tabaa harus pikul air dengan jerigen sampai rumah. Saya akan sampaikan kepada pemerintah pusat untuk dibantu. Tapi untuk saat ini, pemerintah kabupaten akan bantu dengan suplay mobil tanki bantuan dari bank NTT untuk layani warga di Saenama, Tabaa dan Biris,” ungkapnya.

Bahkan SBS berjanji, kalau tidak ada aral dan rintangan, Senin pekan depan proses suplay air bersih bisa dilakukan. Miris memang, di saat anak-anak Saenama harus berada di rumah untuk belajar, tangan dan kaki mereka harus memikul jerigen dan berjalan cukup jauh untuk dapatkan air bersih.

Sebelum melanjutkan perjalanan, diakhir pertemuan SBS juga menyampaikan himbauan kepada masyarakat Saenama, agar menjaga kesehatan dan kebersihan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Bahkan SBS ingatkan agar warga taat pada protokol penangan Covid 19 dengan wajib menggunakan masker saat bepergian keluar rumah, rajin mencuci tangan, tetap melakukan aktivitas di rumah, dan hindari interaksi sosial yang melibatkan banyak orang.

Bagi SBS, Saenama itu memiliki nilai historis untuk dirinya. Sebab hampir seluruh warga Saenama memiliki ikatan pertalian darah dengan dirinya. Semoga kedepan nantinya warga Saenama bisa menikmati air bersih dan listrik layaknya daerah lain di Malaka, sehingga anak anak Saenama tidak harus merasa pegal lengannya, dan kapalan kulit kakinya, hanya untuk setetes air buat kelangsungan hidup. (+fatur)

Comments
Loading...