Perayaan 100 Tahun SSpS Dipimpin Tiga Uskup

0
806
Loading...

MAUMERE,fokusnusatenggara.com- Puncak perayaan tarekat atau kongregasi susteran Servae Spiritus Sanctus (SSpS) atau dikenal Suster Misi Abdi Roh Kudus, yang ke 100, berjalan penuh hikmat dan meriah. Tiga uskup se daratan Flores memimpin langsung misa perayaan yang diadakan di Pusat biara SSpS, Kewapante, Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat, 13 Januari 2017

15978318_746590658829321_961135450_nKetiga uskup tersebut antaranya, Uskup Maumere, Mgr. Gerulfus Kherubium Parera SVD, Uskup Larantuka Mgr Fransiskus Kopong Kung   SVD dan Uskup Agung Ende,  Mgr. Vinsensius Potokota SVD.  Para uskup tersebut, didamping dewan Jendral SVD sedunia, Pater Paul Budi Kleden. SVD.

Pater Paul Budi Kleden, SVD dalam kotbanya mengatakan,  karya pelayanan SSpS yang telah berlangsung selama 100 tahun, sejak tahun 1917 lalu, tidak terbatas dan mengikat pada suku agama dan daerah. Namun SSpS melayani semua umat manusia.

Seorang suster SSpS adalah Abdi Roh Kudus yang tidak dapat diam jika melihat adanya penindasan dan perdagangan manusia. Karena kaum SSpS menyadari bahwa panggilan membiara sebagai SSpS merupakan sebuah tugas perutusan dari Allah.

“ Para suster SSpS selalu menyuarakan kebenaran dan keadilan ditempat karya mereka, dengan senantiasa memberikan pelayanan dengan penuh kasih, dan selalu mengedepankan cinta kasih dalam semua aktifitas membiara mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas perayaan misi suteran SSpS yang memasuki usianya ke 100 di NTT. Dalam kurun waktu tersebut, Suteran SSpS, telah membuktikan peran aktifnya bersama pemerintah NTT dalam membangun masyarakat NTT, khusunya bidang pendidikan dan kesehatan.

“ Saya berharap agar kedepannya misi yang dibangun oleh SSpS senantasa terus mendukung pemerintah dalam pembangunan sosial kemasyarakatan, khusunya bidang pendidikan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Lebu Raya memberikan kado spesial bagi Susteran SSpS, berupa hadiah uang tunai sebesar Rp. 50.000.000, guna difungsikan dalam menjalankan misi pelayanan di Flores dan NTT.

Suster Misi Abdi Roh Kudus adalah salah satu tarekat atau kongregasi religius atau ordo keagamaan Katolik yang mempunyai nama resmi,  “Servae Spiritus Sanctus“, yang berarti “Misi Abdi Roh Kudus”.

Kongregasi ini didirikan oleh Santo Arnoldus Janssen, pada tanggal 8 Desember 1889, bersama dengan dua orang rekan biarawati yakni Beata Maria Helena Stollenwerk dan Beata Josefa Hendrina Stenmanns, di Steyl, suatu tempat di negara Belanda yang berada di wilayah perbatasan dengan negara Jerman. Anggota yang tergabung di dalam kongregasi ini menghayati hidup misioner sebagai biarawati atau lebih dikenal dengan sebutan suster.

Di Indonesia, para Suster Misi Abdi Roh Kudus masuk pertama kali di Flores pada tahun 1917. Sekarang sudah berkarya juga di TimorJawaKalimantanBaliLombok, dan bahkan Sumatera. Karya yang ditangani sangat beraneka-ragam, pendidikan, kesehatan, pastoral, dan sebagainya, sesuai dengan tuntutan kebutuhan dan bimbingan Roh Kudus.

Laporan : Jhon Da Gomez

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here