ads

Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Topik : 

Menggagas RUPS LB Untuk Gantikan Dirut Bank NTT

  • Bagikan

KUPANG,fokusnusatenggara.com-Wacana menggelar RUPS Luar Biasa untuk menggantikan Direksi Bank NTT saat ini sangat di maklumi.

Berikut di sampaikan beberapa hal yang menjadi urgensi segera menggelar RUPS Luar Biasa, untuk menggantikan Dirut Aleks dan jajaran Direksi lainnya .

  1. Maraknya pemberitaan mengenai menurunnya kinerja Bank NTT . Laba tiga tahun terkahir menurun, imbasnya pada menurunnya deviden atau pembagian laba kepada pemegang saham masing-masing kepada Gubernur, Bupati , Wali Kota dan
  2. Pengungkapan dugaan pelanggaran penggunaan uang perjalanan dinas yang di lakukan pekerjanya yakni Direksi melampaui anggaran dalam  Rencana Bisnis Bank , juga melampaui hari kerja ke publik.
  3. Lambannya tindak lanjut rekomendasi hasil audit BPK tentang pelanggaran investasi MTN yang merugikan keuangan PEMDA se NTT sebesar  Rp 50 M .
  4. Pelanggaran penggunaan b pung mobile tanpa ijin BI yang sudah  di denda Rp 60 juta itu sebagai bentuk pembinaan.
  5. Menurunnya kinerja laba ,sesuai Pernyataan pernyataan ketua DPRD NTT bahwa deviden bNTT makin berkurang.
  6. Gugatan mantan DIRUT Izhak Eduard Rihi kepada Pemegang Saham Mayoritas  dan 23 Pemegang Saham (PS) dan beberapa PS Seri B.
  7. Dugaan 11 pelanggaran kredit yang di realease OJK.
  8. Berita penggeledahan di kantor pusat bNTT terkait dugaan PMH kredit Rp 5 M oleh KEJARI Kota Kupang. Ini kejadian pertama kali sejak bank NTT berdiri.
  9. SK 01.A tentang Honorarium Tim Uji Kelayakan dan kepatutan Kepada Komisaris bank NTT yang di kritisi Pemegang Sahan seri B di media .
  10. Kinerja keuangan yang semakin menurun , merujuk pernyataan media bahwa laba bersih bank NTT selama 3 tahun terakhir anjlok.
  11. Proses PHK beberapa karyawan yang di duga tidak prosedural.
  12. Keputusan menutup kantor Cabang Surabaya yang tidak melalui persetujuan RUPS.
  13. Dugaan percobaan pelecehan sexual yang di lakukan ARK terhadap dua orang karyawatinya di kantor Cabang Waingapu.
Baca Juga :  Terima Kasih Bank NTT

Lalu Bagaimana ?

  1. Semua kejadian di atas layak di jadikan dasar evaluasi Dirut Alex dan Direksi lainnya, serta Komisari Juvenil Jojana dan komisaris lainnya patutkah mereka di pertahankan dan di pilih lagi sebagai pengurus bank NTT di periode berikut ?.
  2. Jika berita di atas bohong, maka Patutlah para Pemegang Saham Pengendali dan Pemegang saham seri A lainnya di pilih lagi untuk periode berikutnya.
  3. Jika berita di atas bohong maka para pengamat, masyarakat yang mengkritisi bank NTT, OJK , dan BI mesti di beri pengetahuan lagi tentang ilmu perbankan yang benar.
  4. Tetapi jika berita di atas itu benar , maka lakukan sebaliknya dari point 1 hingga 3 di atas.
  5. Lalu jika berita di atas itu benar, maka baiknya APH segera lakukan tindakan tegas kepada mereka yang terbukti melanggar aturan agar bNTT tidak jatuh terjerumus lebih jauh.
  6. Jika berita di atas benar , maka baiknya OJK dan Bank Indonesia segera jaga jarak yang patut dan pantas dengan bank NTT agar bisa melakukan pengawasan yang patut dan benar tanpa tersandera dengan ragam kepentingan. Bila bank NTT salah , kiranya janganlah hanya beri pembinaan dengan memberi denda finansial, tetapi juga diikuti dengan pembekuan sementara ijin b pung mobile hingga bank NTT memenuhi persyaratan Bank Indonesia.
  7. Jika berita di atas benar maka, baiknya APH, OJK, dan BI jangan berjarak dengan public, tetapi bangun relasi yang baik dengan publik, media masa dan rakyat NTT. Kenapa ? karena tidak pernah kesuksesan atau kegagalan kita merupakan hasil kerja pribadi, tetapi semuanya merupakan hasil kerja kolektif.****
Baca Juga :  Begini Perayaan Jumat Agung di Vatikan Tahun ini

Oleh : Marsel N. Ahang [Ketua LSM LPPDM (Lembaga Pengkaji Peneliti Demokrasi Masyarakat]

  • Bagikan