Mengabdi Bagi Masyarakat, Ziarah Hidup Seorang Willy Lay

0
942
Loading...

ATAMBUA,fokusnusatenggara.com- Bagi seorang Willy Lay, Calon Bupati Belu-Nusa Tenggara Timur (NTT), yang maju berpasangan dengan JT Ose Luan, mengabdi bagi masyarakat adalah ziarah hidupnya . Jika pasangan ini mendapat kepercayaan  dari Tuhan dan seluruh masyarakat Belu maka orientasi ke harta bukan menjadi pilihan utama bagi Willy Lay.

“ Waktu kami keluarga tanya niatnya maju menjadi menjadi bupati, hanya jawaban singkat bahwa ini adalah ziarah hidupnya,” ungkap Aloysius Lay, adik kandung Willy Lay, dalam obrolan singkat dengan beberapa wartawan di kediamannya.

willyMenurut pemilik UD Pertama ini, pertanyaan yang disampaikan keluarga besar kepada Willy Lay tersebut, berangkat dari kemapanan ekonomi keluarga yang dimiliki Willy Lay. Dengan kondisi usaha yang dimiliki saat ini, terjun ke dunia politik bagi pebisnis bukan pilihan bijak. Namun itulah sosok Willy Lay.

“ Apa yang dicari? Kalau uang walaupun tidak banyak tetapi cukup untuk menghidupi keluarga bahkan anak cucu. Makanya waktu Willy berniat maju saya bertanya apa yang dicari?. Tetapi kemauan keras untuk mengabdi bagi masyarakat, dan memberi semua kemampuan dia bagi pembangunan masyarakat dan wilayah Kabupaten Belu, itu yang membuat kami merasa yakin dengan keputusannya,” jelasnya.

Sesekali mengajak awak media menikmati teh hangat, anak ke-9 dari 10 bersaudara ini lalu menceritrakan sosok Willy Lay. Menurutnya, jiwa kepemimpinan Willy sudah terbentuk semasa kecil. Kehilangan Elisabeth Liu, almarhum ibu mereka semasa kecil membentuk jiwa kepemimpinan Willy. Bahkan diantara 10 bersaudara, watak dan karakter kepemimpinan Willy, lebih dominan dibanding yang lain.

“ Almarhum mama meninggal kami masih kecil. Otomatis kasih sayang dari sosok mama kami tidak dapatkan. Tetapi Willy mampu menjadi saudara yang bisa memberi kami kasih sayang lebih, dengan mengarahkan kami saudaranya untuk tetap saling sayang satu sama lain. Bahkan beberapa keputusan prinsip dalam keluarga, Willy selalu mengambil peran,” kisah pebisnis yang doyan memakai celana pendek ini.

Masa remaja bagi seorang Willy, menurutnya sama seperti remaja kebanyakan. Proses pencarian identitas, sosialisasi dengan masyarakat dan teman sebaya dilakukan Willy. Bahkan massa remajanya Willy sudah diajarkan cara berbisnis profesional oleh bapaknya.

“ Kebetulan bisnis keluarga adalah jual beli sapi. Pada saat remaja, Willy sudah diajarkan bapak untuk mengelolah bisnis ini. Dan dari kami semua, dia cukup ulet dan tekun menjalankan bisnis ini,” ungkap Alo.

Ulet dan tekun menurut Alo, didasarkan pada pesan mendiang ayah mereka, Bernadus Lay. Menurutnya, pesan yang sering disampaikan ayahnya kepada Willy adalah sikap jujur. Sebab dengan jujur kita akan dicintai oleh orang banyak.

“ Almarhum bapa selalu bilang ke kami harus jujur. Sekali kita tidak jujur maka orang tidak akan percaya dan suka kita. Makanya yang membuat kami bisa berhasil sampai sekarang hanya jujur dan tidak buat orang lain sakit hati,” ungkapnya.

Tahun 1985 adalah tahun bersejarah bagi sosok Willy Lay. Ditahun itu menurut Alo, Willy mulai merambah dunia bisnis dengan menjadi kontraktor. Dili yang saat itu masih menjadi bagian Indonesia, adalah tempat bagi Willy untuk mencari peruntungan bisnis. Ibarat bertuah dan tangan dingin, semuah pekerjaan yang dijalankan Willy selalu berhasil dan memuaskan bagi masyarakat maupung pemerintah pada saat itu.

Bermodal keberhasilan dan pengalaman di Dili, Willy Lay kembali ke Kabupaten Belu-NTT. tidak sulit baginya untuk dapatkan kepercayaan dari pemerintah. Terbukti, beberapa proyek pembangunan infra struktur baik itu jalan, irigasi dan perumahan hingga infra struktur perhubungan seperti bandara dan pelabuhan dikerjakan Willy dengan baik dan memuaskan.

Merasa cukup dengan bekal kemampuan manejerial mengelolah usaha, Willy mulai terjun ke dunia politik. Sempat bergabung dengan Partai Golkar dan PDIP Perjuangan, akhirnya Demokrat menjadi pelabuhan politik terakhir bagi sosok yang hoby memancing ini, dengan menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Belu  dua periode.

Kebahagian Willy Lay menjadi lengkap ketika tahun 1995 mempersunting Vivi NG menjadi istrinya. Sosok Vivi dimata Willy dan keluarga adalah sosok yang mampu memberi motivasi dan spirit bagi Willy dalam menjalani kehidupan ini. Bukan hanya Vivi NG tetapi ketiga buah hati mereka yakni Jason, Ilen dan John juga menjadi energi extra bagi Willy dalam mengahadapi tuntutan persaingan global di sektor dunia wira usaha dan politik.

Selain dunia bisnis dan politik, dalam bidang kerohanian serta kerukunan umat beragama, Direktur PT. Dian Nusa Lestari ini, cukup dikenal masyarakat Belu. Banyak yang sudah dibuat oleh Willy. Sumbangsi material dalam pembangunan gereja dan kapela di beberapa daerah pedalaman Belu sudah dilakukan. Bahkan sosok Willy Lay begitu akrab dengan beberapa pemuka agama katolik di Kabupaten Belu. ( Jeffry Taolin)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here