Kali Kedua Kunjungi Flores,  Dira Tome Disebut Sosok Yang Layak Pimpin NTT

0 71

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Ini merupakan kali kedua bagi Marthen Dira Tome, Bupati Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) lakukan kunjungan ke Pulau Flores. Dalam kunjungan kali ini, simpati dan antusiasme masyarakat Flores begitu besar.

dira-tomeSikap masyarakat ini tidak jauh berbeda ketika Dira Tome melakuan kunjungan pertamanya pada bulan lalu di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur.  Bahkan sosok yang kerap disapa “Sang Rajawali” ini, disebut layak menjadi Gubernur NTT periode mendatang untuk menggantikan kepemimpinan Frans Lebu Raya.

Pagi itu, 26 September 2016, jarum Jam tepat menunjukkan Pukul 10:03 ketika Pesawat Nam air dengan nomor penerbangan IN9511 mendarat mulus di Bandara Turelelo, Soa, Kabupaten Ngada. Salah satu penumpang adalah Marthen Dira Tome. Dira Tome yang hari itu bersama rombongan melakukan  kunjungan ke Kabupaten Ngada.  

Begitu turun dari pesawat, dirinya bersama rombongan berjalan seperti biasa menuju ruang tunggu. Namun belum sampai “ Sang Rajawali” memasuki ruang tunggu, dirinya bersama rombongan langsung diarahkan menuju ruang kedatangan VIP.  Ternyata, rombongan Dira Tome sudah ditunggu oleh Marianus Sae, Bupati Ngada bersama beberapa pimpinan SKPD Kabupaten Ngada.

Pelukan hangat  seolah memberi tanda bahwa ini sapaan dari Marianus Sae kepada Dira Tome. Kejadian ini langsung memantik reaksi antusias dari beberapa pegawai yang ikut bersama rombongan Marianus Sae. Tepuk tangan serta teriakan bahagia menyebut nama kedua sosok yang memiliki sifat serta  gaya kepemimpinan yang hampir sama, yakni tegas, berani dan rendah hati.  

“ Ini kesempatan langka, jadi silahkan foto,” kata Marianus kepada para staf yang terlihat sibuk mengambil gambar dua bupati tersebut, sembari mengucapkan selamat datang kepada Dira Tome.

Dalam pertemuan singkat tersebut, Marianus Sae sempat menggambarkan apa saja potensi yang ada di Kabupaten Ngada dan program yang telah dia lakukan bagi masyarakat hingga dipercaya untuk memimpin Ngada dua periode. “Kita harus lapor yang benar kepada calon gubernur,” kata Marianus Sae sambil tertawa.

Marthen juga memohon ijin kepada Marianus sebagi kepala wilayah sebab akan melakukan pertemuan dengan sejumlah masyarakat di Wilayah Ngada. “Saya juga minta ijin pada pak Bupati sebab saya akan bertemu dengan teman dan saudara yang ada di Aimere, Bajawa dan Baowae. Saya yakin dengan restu pak bupati maka perjalanan kami di Kabupaten Ngada akan berjalan baik,” kata Dira Tome.

Perjalanan rombongan Matade, sapaan akrab lainnya untuk Dira Tome, adalah bertemu kelompok masyarakat di Aimere, Ngada, guna menjelaskan soal produk Garam Nataga serta Air Minum Dalam Kemasan  OASA, yang saat ini menjadi ikon industri Kabupaten Sabu Raijua.

“ Orang ini hebat. Cara dia mengembangkan potensi daerah perlu menjadi pelajaran bagi pimpinan di daerah lain. Sudah pantas jadi Gubernur NTT,” ungkap Rofinus Babo, tokoh masyarakat Aimere, memberi kesan atas paparan Matade.

Usai dari Aimere dan melakukan perjalanan panjang akhirnya tiba juga di kabupaten Ende, yang disebut Dira Tome sebagai rumah keduanya. Tentu ada alasan penyebutan tersebut. Rumah kedua baginya, lantaran sang istri, Irna Dira Tome – Day,  berasal dari kabupaten tersebut.

Setibanya di Ende, Dira Tome langsung melakukan tatap muka bersama ratusan masyarakat di Kota Ende.  Sama seperti di Ngada, antusiasme masyarakat masih tetap tinggi untuk bertemu langsung dengannya. Bahkan kehadiran masyarakat ini, tanpa dikoordinir oleh panitia. Mereka datang sendiri dengan kerelaan, hanya ingin melihat lebih dekat sosok yang disebut Calon Gubernur NTT mendatang.

Dalam acara tatap muka dengan ratusan masyarakat tersebut, Dira Tome mengungkapkan,  bahwa kehadirannya di Ende merupakan serangkaian perjalanannya dari barat sampai timur Flores dan Lembata untuk menggali potensi yang ada di Flores.

Ditambahkannya, setelah mengelilingi Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada dan Nagekeo serta Kabupaten Ende dirinya menemukan begitu banyak potensi yang menjanjikan, namun belum ada yang bisa mengelolanya dengan baik.

“ Saya melakukan perhelatan dari Manggarai Barat menuju Flores Timur dan Lembata untuk menggali potensi yang dimiliki Flores dan saya menemukan banyak potensi namun belum dikelola secara baik” katanya.

Usai melakukan tatap muka, perjalan Dira Tome dan rombongan kembali dilanjutkan. Kabupaten Sika menjadi tujuan berikutnya. Setibanya di Maumere, Kamis, 29 September 2016 pagi, Dira Tome langsung bertemu dengan ratusan tokoh masyarakat kabupaten tersebut. Dalam acara tatap muka tersebut, Matade kembali paparkan soal keberhasilan dia membangun Kabupaten Sabu Raijua.

“ Semua daerah punya potensi. Tetapi sebagai pemimpin kita harus bisa menggali potensi unggulan yang bisa mendatangkan income bagi daerah. Dan saya lakukan itu di Sabu. Lahan garan sebagai bahan sebesar 127 hektar saya maksimalkan. Pabrik air mineral OASA yang saat ini mulai kita promosikan keliling NTT saya buka dengan sumber mata air yang begitu produktif. Serta pabrik pengelolaan rumput laut,” jelasnya.

Matade menjeleskan, Sabu sebagai kabupaten baru, memang sangat sulit dibangun pada tahun pertama kepemimpinannya. Bagaimana predikat daerah termiskin di NTT masih melekat dengan Sabu. Tetapi hal tersebut menjadi tantangan sendiri untuk lebih bekerja keras memabangun daerah ini.

 “ Sabu Raijua adalah daerah minus sumber daya, berbeda dengan Flores yang kaya akan sumber daya Alam, namun berkat inovasi yang di lakukan Sabu Raijua berhasil keluar dari kesulitan yang ada” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Temu keluarga, Yoseph Karmianto Eri mengatakan, sosok Dira Tome harus didorong sekarang sebagai calon pemimpin di NTT kedepan. Sebab sosok Dira Tome telah buktikan diri sebagai pemimpin yang berhasil.

“ Sudah saatnya sosok seperti ini yang layak jadi Gubernur NTT. Tulus, inovatif, kerja keras, tegas dan disiplin adalah sosok ideal. Kalau soal kemampuan memimpin saya pikir Pak Marthen sudah sangat teruji di Sabu. Jadi untuk Gubernur NTT dia yang layak,” 

Setelah Ngada, Ende dan Sika, kini perjalanan berikutnya menuju Flores Timur. Bersama rombongan dengan perjalanan darat, Jumat, 30 September 2016, Marthen Dira Tome tiba di Larntuka.  Dirinya agak sedikit kaget dengan tulisan spanduk persis di ruas jalan perbatasan Maumere – Larantuka. “ Selamat Datang No Marthen Dira Tome di Lewotana”, demikian isi tulisan spanduk tersebut. Ada rasa haru dan bangga atas perlakukan masyarakat disana.

“ Jujur, saya tidak menyangka akan disambut seperti ini,” ungkapnya.

Mengenakan kemeja lengan panjang putih, Marthen Dira Tome disambut dengan tarian perang oleh para tua adat di halaman gedung OMK Larantuka, sebelum bertatap muka dengan para tokoh masyarakat serta semua elemen di kota Larantuka. Tutur adat yang disampaikan dalam penyambutan itu membuat “ Sang Rajawali” ini nampak bahagia. Begitu juga sang istri, Irna Dira Tome – Dai yang saat itu ikut mendampinginya.

Meski dalam konsep diskusi terbatas, namun sambutan para peserta yang hadir saat itu sunggu luar biasa. Apalagi, dirinya memaparkan berbagai konsep pembangunan dan apa yang menjadi keberhasilan di kabupaten Sabu Raijua yang dipimpinnya. Seorang peserta, Maksi Masang, bahkan mengatakan konsep pembangunan yang diterapkan di Sabu Raijua sangat luar biasa. Hasilnya sangat nyata.

“ Ini sangat luar biasa, dan ini perlu menjadi contoh untuk semua kabupaten di NTT,” ujar pemuda pengagum berat Dira Tome, yang pada malam sebelumnya membonceng Bupati Sabu Raijua itu dengan sepeda motor miliknya.

Dalam tatap muka itu, Dira Tome banyak memaparkan kiat-kiat pembangunan yang telah dilakukan di Sabu Raijua. Tak lupa, dirinya juga memperkenalkan produk unggulan dari Sabu Raijua yakni garam Nataga dan air minum dalam kemasan, Oasa. Produksi garam dalam jumlah yang fantastis di Sabu Raijua bahkan telah menembus pasar nasional, bahkan sedang menjadi pembicaraan di Istana Kepresidenan.

“ Sabu, bahkan NTT tidak boleh terus-terusan dicap sebagai provinsi miskin. Kemiskinan harus diberantas dengan solusi-solusi yang cerdas,” ujar bakal calon gubernur NTT periode mendatang itu.

Dalam diskusi terbatas itu juga dihadiri oleh dua bakal calon wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli dari koalisi partai PDIP, PAN, PDIP dan Paul Tokan dari jalur independen. Kedunya turut hadir untuk mendapatkan ilmu membangun dari Dira Tome. “Dia (Marthen Dira Tome) adalah Bupati yang sangat berprestasi, ilmunya patut ditiru,” ujar Agus Boli. 

Sosok Dira Tome, satu tahun terakhir hangat dibincangkan seluruh masyarakat NTT. Bahkan dalam jejaring dunia sosial media, Dira Tome dan kepopulerannya terus meningkat. Dirinya disebut sebagai sosok yang layak serta pantas menjadi Gubernur NTT mendatang, untuk menggantikan Frans Lebu Raya. (fatur/jrg/am/vm)

Comments
Loading...