11 Kelompok Di Belu Ikut Sayembara Ayo Bangun NTT

0
365

ATAMBUA,fokusnusatenggara.com- Sebanyak 11 kelompok paduan suara dan lomba debat dari Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dipastikan ikut dalam kegiatan Sayembara “Ayo Bangun NTT”   yang deselenggarakan oleh Yayasan Tunas Muda Indonesia, pada 9 April – 31 Mei 2017.

Marsel Lodo, Koordinator Panitia Wilayah Belu kepada wartawan menjelaskan, dari 11 kelompok padua suara tersebut, didalamnya terdapat dua peserta dari masing-masing kelompok yang akan menjadi peserta debat.

“ Hingga saat ini sudah ada 11 kelompok yang siap untuk ikut lomba, soal peserta debat, dari 11 kelompok yang ada akan diutus dua orang peserta dari anggota paduan suara untuk masuk dalam lomba debat. Sejauh ini kesiapan panitia berjalan baik, dan kami harapkan akan ada lagi kelompok yang terus mendaftar hingga tanggal 8,” jelasnya, pada Senin, 3 April 2017 di Atambua.

Ditambahkannya, khusus untuk paduan suara, seluruh kelompok dari Kabupaten Belu, langsung dilatih oleh Romo. Kris Oki,Pr, Pastor Paroki Weluli Atambua. Bahkan  sejauh ini berdasarkan pantauan panitia lokal, kesiapan tim paduan suara dari kabupaten Belu sudah mencapai 80 persen

“ Romo Kris Oki yang langsung memimpin kelompok paduan suara ini. Sampai saat ini kesiapan mereka kalau diprosentasekan sudah mencapai 80 persen, sisa tahap akhir saja yakni latihan intonasi serta dinamika,” ungkapnya.

Secara terpisah, Ketua Yayasan Tunas Muda Indonesia (YTMI), Melkiades Lakalena kepada wartawan di Kupang menjelaskan,  sayembara ini digelar dalam rangka mensyukuri HUT NTT ke 58.

“ Dalam sayembara ini kami mengundang siapa saja baik pribadi maupun kelompok di NTT, atau siapa saja yang mencintai NTT, untuk menuangkan ide dan gagasan terkait pembangunan di NTT. Selain itu, hasil ini akan dibukukan selanjutnya akan menjadi direktori bagi siapa saja yang ingin mengenal NTT, ” jelasnya.

Dia menguaraikan, untuk lomba gagasan para peserta akan membuat tulisan berdasarkan sektor atau bidang tertentu dengan tema kembangkan potensi daerah, atau tema spesifik lainnya seperti bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, pariwisara, kelautan perikanan, peternakan, perkebunan, pertanian, ekonomi kreatif, serta bidang lain yang penting dikembangkan.

“Para peserta bisa memilih salah satu pembangunan berbasis wilayah yang secara konkret dilakukan di desa, kelurahan, atau tema spesifik lainnya seperti kemandirian energi, perdagangan manusia, dan lainnya,” pungkasnya. (fatur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here