Vonis Mantan Walikota Kupang Daniel Adoe Naik 100 Persen

0 51

Daniel_Adoe_saat_sidang_vonis_di_pengadilan_tipikor_kupangKUPANG,fokusnusatenggara.com- Setelah dua kali ditunda, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang akhirnya memvonis Walikota Kupang periode 2007-2012, Drs. Daniel Adoe, dengan pidana penjara dua tahun dan enam bulan, Kamis (10/7/2014).

Majelis hakim menaikkan vonis terhadap Daniel Adoe 100 persen dari  tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) sebelumnya selama satu tahun dan tiga bulan penjara.  Majelis dalam amar putusannya selama sidang  yang berlangsung  lima jam sejak pukul 10.30 Wita hingga pukul 15.30 Wita, juga menghukum Daniel Adoe dengan denda Rp 50 juta.

Hal ini sama dengan tuntutan JPU sebelumnya. Namun subsidairnya ditingkatkan 100 persen dari subsidair tiga bulan dalam tuntutan JPU menjadi enam bulan oleh majelis hakim.

Amar putusan setebal lebih dari 100 halaman ini dibacakan bergantian oleh majelis hakim yang diketuai oleh Khairiluddin, S.H. M.H, bersama dua hakim anggota, Agus Komarudin, S.H, dan Anshori, S.H.

Sementara JPU dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kupang yang hadir dalam persidangan ini, Noven Bulan, S.H dan Maks Sombu, S.H. Terdakwa Daniel Adoe didampingi tim penasehat hukumnya, Lorens Mega Man, S.H, Jhon Rihi, S.H dan tim. Sidang putusan ini juga disaksikan anak-anak, cucu dan keluarga Daniel Adoe, di antaranya mantan Ketua DPRD NTT, Melkianus Adoe.

Kepada Pos Kupang, Senin (10/7/2014), seusai sidang, Melkianus Adoe mengatakan, keluarga masih harus berembuk bersama dengan tim penasehat hukum untuk menerima vonis majelis hakim atau melakukan langkah-langkah hukum lainnya.

Namun Mel Adoe menegaskan, pihak keluarga  menghormati apa yang sudah diputuskan majelis hakim karena hal ini ada di dalam koridor hukum sehingga keluarga harus menghormatinya.

Dalam putusan tersebut, majelis hakim sepakat dengan tuntutan subsidair JPU yang menuntut Daniel Adoe dengan pasal 3 Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan unsur yang terkandung di dalamnya.

Yakni setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, sehingga Daniel Adoe patut dihukum atas tindakannya menggunakan kewenangannya melakukan intervensi atas proyek pengadaan buku pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kota Kupang tahun 2010 lalu, yang mengakibatkan kerugian keuangan negara.

Sebelum menjatuhkan vonis kepada Daniel Adoe, majelis hakim mempertimbangkan hal-hal yang memberatkannya, yakni perbuatannya telah melanggar peraturan perundang-undangan yang sedang berupaya untuk memberantas korupsi di Indonesia. Hal-hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dalam persidangan dan saat ini sudah usia tua.

Ketua tim penasehat hukum terdakwa, Lorens Mega Man, S.H, kepada wartawan seusai persidangan, Kamis (10/7/2014) menjelaskan, tim penasehat hukum masih pikir- pikir terhadap vonis majelis hakim yang naik 100 persen dari tuntutan JPU sebelumnya.

“Kami tidak pernah bayangkan vonis majelis hakim akan seperti ini (dua tahun enam bulan). Terdakwa dan keluarga sudah menyerahkannya kepada kami tim penasehat hukum untuk mempertimbangkannya sehingga sore ini (kemarin) kami akan segera melakukan meeting (pertemuan) untuk memutuskan apakah menerima atau melakukan langkah-langkah hukum lanjutan. Kami memiliki waktu tujuh hari sesuai undang- undang sehingga kalau dalam tujuh hari kami tidak mengajukan banding, berarti putusan ini kami terima,” tegasnya singkat. (Sumber : Pos Kupang.com)

 

Comments
Loading...