Usir Wartawan, Romal Bere Dinilai Hambat Kemerdekaan Pers

0
540
Loading...

BETUN,fokusnusatenggara.com- Romal Bere (RB), oknum anggota Panitia Pelaksana Turnamen El Tari Memorial Cup (ETMC) di Betun, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, diduga melakukan diskriminasi dan menghambat kemerdekaan Pers. Sikap ini ditunjukan dengan dengan mengusir delapan orang orang wartawan dari area lapangan pertandingan Pembukaan Turnamen El Tari Memorial Cup (ETMC) di Lapangan Umum Betun, Jumat, 5 Juli 2019, tanpa alsan yang jelas.

Perlakuan RB ini sontak memantik reaksi Aliansi Jurnalis Anti Korupsi Malaka. mereka menilai sikap ini sebagai bentuk pelecehan terhadap profesi wartawan dan melanggar kebebasan pers.

“Saya sangat sayangkan sikap yang ditunjukan dia (RB,red), dimana mencerminkan sikap dan pikiran yang tidak paham akan prinsip kemerdekaan pers,” ungkap Seldy Berek, Anggota Aliansi Jurnalis Anti Korupsi Malaka di betun, Sabtu, 6 Juli 2019.

Berek menuturkan, peristiwa pengusiran ini bermula pada saat dirinya bersama tujuh rekan wartawan lainnya,  yang hendak meliput pembukaan pertandingan perdana antara tuan rumah Malaka FC dan PSKK Kabupaten Kupang di Lapangan Umum Betun. Disaat sudah berada dalam area lapangan pertandingan, datang RB lalu mengusir mereka dengan alasan tidak memiliki id card dan ini perintah atasan.

” Saya dan beberapa wartawan dari Maumere dan Lembata sudah berada di lapangan pada saat pertandingan hendak dimulai. lalu RB datang dan katakan kalian tujuh orang ini liput dari luar pagar saja sebab ini perintah atasan, agar kita sama sama sama enak,” kisah Seldy menirukan ucapan RB kepada redaksi, Sabtu 6 Juli 2019.

Akibat perdebatan di pinggir lapangan ini, Hery Klau, Pejabat di Dinas Kominfo Malaka sempat datang dan melerai dengan katakan bahwa tidak apa apa, silahkan liput saja dengan kartu pers yang ada. Tetapi RB tetap ngotot dan katakan ini perintah atasan.

” Heri sempat datang tegur RB bahwa tidak apa-apa gunakan kartu pers, tetapi RB terus katakan bahwa ini perintah atasan tanpa menyebutkan atsan siapa yang dimaksud,” ungkapnya.

Menyikapi hal ini juga, Joey Rihi Ga, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jurnalis Online Indonesia (JOIN), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), secara terpisah dengan tegas mengatakan bahwa tindakan ini merupakan tindakan premanisme yang tidak paham dengan aturan.

” Itu tindakan bodoh dan tidak paham aturan yang ada. kebebasan pers itu dijamin dengan undang undang serta standar profesi yang diatur dengan kode etik. Jadi sikap dia tidak bisa ditolerir,” tegas Rihi Ga yang juga Pemred seputarntt.com, kepada redaksi di Kupang, 6 Juli 2019.

Atas tindakan ini, dirinya meminta kepada pihak Panitia Pelaksana dalam hal ini Bupati Malaka selaku Penanggung Jawab kegiatan Turnamen ETMC 2019, agar menindak tegas oknum tersebut bila perlu diberhentikan dari semua jabatan kepanitian yang ada. Sebab prilaku ini bisa mencoreng nama panitia dan tuan rumah.

” Oknum seperti RB sebaiknya tidak usah dipakai lagi, sebab akan menjadi preseden buruk bagi Kabupaten Malaka dalam hal perlakukan terhadap para wartawan yang meliput kegiatan tersebut,” pintanya.

Penulis : Frido Moruk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here