ULP Matim Diduga KKN Dalam Prores Lelang Proyek

0
716
Loading...

RUTENG,fokusnusatenggara.com- Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga kuat melakukan praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam proyek pengadaan 22 paket pembangunan infra struktur dan pengadaan tahun anggaran 2015.

Indikasi KKN ini terkuak dalam mekanisme lelang yang cacat prosedural tanpa adanya tender. Bahkan pemenang langsung ditujuk oleh panitia lelang tanpa adanya evaluasi teknis dan verifikasi.

korupsiiiRaimundus, salah satu rekanan yang mengikuti proses menjelaskan, dirinya cukup terkejut saat panitia langsung memanggil 22 rekanan pemilik perusahaan,  untuk melakukan pembuktian dokumen penawaran.

seharusnya menurut Raimundus, dalam penentuan pemenang beberapa tahapan harus dilakukan. Namun panitia melangkahi aturan tersebut sehingga ada indikasi paket proyek tersebut diduga dibagi langsung ke rekanan.

” Ini proyek yang cacat prosedural. Bagaimana tidak tunjuk pemenang tanpa ikuti aturan proses lelang,”ujarnya.

Dijelaskannya, meskipun puluhan paket proyek tersebut dilakukan tender online namun kesannya ada kolusi yang sangat kental.  Misalnya tahapan koreksi aritmatika, klarifikasi dokumen dan sebagainya tidak dilakukan.

Ketua Pokja ULP Kabupaten Manggarai Timur, Sipri Nena, yang dihubungi melalui layanan SMS menjelaskan, pihaknya melakukan tender melalui ULP dan sudah mengikuti tahapan serta mekanisme yang ada.

” Betul ada 21 paket yang ditender, tapi ada 22 perusahaan yang diundang karena ada beberapa paket nama perusahaan yang sama dan semua sudah ikut proses sesuai ketentuan,” kata Sipri dalam pesan singkat. (Laporan : *Bert)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here