Terkait Kondisi Jenazah, DVI Butuh Waktu 3 Minggu untuk Identifikasi Korban AirAsia QZ8501

0 43

191031620141120-180437780x390SURABAYA, fokusnusatenggara.com– Kepala Polri Jenderal Sutarman meminta maaf kepada keluarga korban jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 atas lamanya proses identifikasi jenazah. Menurut Sutarman tim Disaster Victim Identification membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengidentifikasi karena terkait kondisi jenazah.

“Kalau sidik jari masih utuh, hitungan menit saja sudah teridentifikasi. Tapi kalau sudah tidak ada sidik jarinya, tidak lengkap, tim ahli menyampaikan ke saya butuh tiga minggu,” ujar Sutarman, dalam konferensi pers di Crisis Center AirAsia, Kompleks Mapolda Jawa Timur, Senin (5/1/2014).

Sutarman memastikan bahwa seluruh jenazah yang ditemukan oleh Badan SAR Nasional, pasti akan teridentifikasi walau pun membutuhkan waktu yang lebih lama. Bagi jenazah yang tidak sempurna, tim DVI mengandalkan data post-mortem berupa gigi geligi dan DNA. Dua data tersebut, kata Sutarman, adalah data yang paling bertahan lama dari tubuh seseorang.

“Untungnya data ante-mortem, khususnya DNA dan gigi sudah semua kita kumpulkan dari keluarga. Karena itu tidak ada alasan untuk tidak teridentifikasi,” ujar dia.

Sutarman mengatakan, identifikasi diserahkan ke tim DVI. Tim itu, kata Sutarman, memiliki kemampuan identifikasi jenazah yang telah diakui dunia internasional. Sejauh ini, sebanyak 260 ahli identifikasi, baik dari Polri atau ahli luar negeri dikerahkan untuk mengidentifikasi jenazah.

Hingga hari ini, dari 162 penumpang dan awak pesawat yang jatuh di perairan Selat Karimata, 34 jenazah telah ditemukan. Sebanyak 9 jenazah telah teridentifikasi dan dikembalikan ke keluarganya. Sementara 16 lainnya masih dalam proses pencocokan data ante-mortem dengan post-mortem. Ada pun, 9 jenazah akan memasuki tahap rekonsiliasi. (Sumber : dikutip dari Kompas.com– http://nasional.kompas.com/read/2015/01/05/14582501/Terkait.Kondisi.Jenazah.DVI.Butuh.Waktu.3.Minggu.untuk.Identifikasi.Korban.AirAsia.QZ8501)

 

Comments
Loading...