Tanah Milik Pemkab Kupang Dicaplok Masyarakat Babau

0 66

OELAMASI, Fokusnusatenggara.com – Tanah milik Pemerintah Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berada di Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, diduga kuat telah dicaplok oknum masyarakat setempat.

sengketaHal ini disampaikan oleh Thomas Fangidae, salah seorang tokoh masyarakat Kelurahan Babau yang mendatangi Kantor Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Kabupaten Kupang,  Senin, 15 Agustus 2016 siang, guna melaporkan hal ini.

Menurut Fangidae kepada sejumlah wartawan, tanah tersebut diduga telah dicaplok oleh Lorens Lay, sebesar 40 Are, yang terletak persis di depan Kantor Sat Lantas, Polres Babau, yang dulunya dipakai sebagai pasar desa delama bertahun-tahun.

” Yang saya tahu itu tanah milik pemkab. Sebab sertifikat milik atas nama Sem H. Anang, memiliki batas sebelah timur dengan pasar yang merupakan tanah pemkab. Sekarang Lorens bilang itu tanah dia. Ini kan penipuan, “Ungkapnya.

Bahkan menurutnya, selama ini Lorens Lay, sudah beberapa kali mengajukan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) ke Kelurahan Babau dan Kecamatan Kupang Timur.  Namun niat ini selalu ditolak, kerana sertifikat yang diberikan diduga kuat palsu. Bahkan beberapa keluarga dekat Lorens Lay juga sudah ingatkan bahwa tanah tersebut bukan milik keluarga besar mereka, namun hal ini tidak diindahkan oleh Lorens Lay.

“Saya sudah serahkan foto copy sertifikat yang asli minggu lalu ke PPKAD, untuk di telusuri tentang keabsahan tanah ini. Sehinggah Lorens tidak lagi klaim bahwa tanah tersebut miliknya,  ” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Aset, Dinas PPKAD Kabupaten Kupang, Oktovianus Tahik, yang dimintai tanggapannya terkait hal ini mengatakan, pihaknya masih kumpulkan data, bahan dan keterangan termasuk juga mendatangkan yang bersangkutan untuk didengar keterangannya terkait tanah tersebut.

” Kami juga akan bersurat ke kecamatan untuk ditelusuri lebih jauh dan jika benar itu tanah milik Pemkab maka harus dikembalikan ke pemkab,”Tegas Tahik. (Jeremy Mone)

Comments
Loading...