Sabu Berdarah, 7 Siswa SD Ditusuk Pria Tak Dikenal

0 55

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Naomi Oktaviani Pawali (10 Thn), tentu tidak membayangkan dirinya akan mengalami tragedi berdarah pagi ini. Pagi ini, Selasa, 13 Desember 2016, menjadi hari kelam bagi keluarga Siswi Kelas V SDN I Seba, Sabu Raijua. Tubunnya bersimbah darah, akibat luka tusukan pisau oleh pria tak dikenal. Akibatnya naomi sekarat dengan luka di bagian leher dan bibir depan.

15541313_10208343065157763_657181053370105951_nNaomi tidak sendiri. Bersamanya, ada 6 teman kelasnya juga mengalami nasib yang sama. Mereka adalah Juniarto Ananda Apri Dimu, 11 tahun, mengalami luka robek pada pipi kiri, lengan kanan dan daun telinga bagian kanan, Maria Katrina Yeni, 8 tahun mengalami luka pada leher, jari tunjuk dan jari tengah.

Kemudian, Gladis Riwu Rohi, 11 tahun mengalami luka pada leher dan jari, Dian Suryanti Kore Bunga, 11 tahun mengalami luka  pada leher, Alberto Tamelan, 10 tahun mengalami luka pada leher dan Aldi Miha Djami, 11 tahun juga mengalami luka pada leher.

Kejadian tersebut berlangsung pada saat jam pelajaran sekolah berjalan. Pelaku yang kemudian diketahui bernama Irwan, asal Depok, Provinsi Jawa Barat ini, secara tiba-tiba datang ke lokasi kejadian, dan memasuki ruang kelas Naomi Pawali berserta 6 korban lainnya.

“ Pada saat jam pelajaran berlangsung sekira pukul 08.47 Wita, datang pelaku memasuki ruangan kelas V SDN 1 Sabu barat, dimana saat itu Pelaku sementara memegang pisau ditangan,” jelas Kapolsek Sabu Timur, Muhamad Nawawi, kepada seputar-ntt.com, Selasa, 13 Desember 2016.

Dijelaskan Nawawi, pelaku yang masuk ke ruang kelas V langsung menuju ke bangku belakang dimana korban Naomi Oktoviani Pawali duduk dan menyerang korban dengan pisau dibagian leher. Setelah itu, pelaku mencari korban lainnya yang menikam secara membabi buta. Melihat kejadian tersebut para siswa sekolah SDN 1 Sabu Barat langsung berhamburan keluar lingkungan Sekolah yang berdampingan dengan Koramil 1627/04-Sabu Raijua.

“ Saat mengetahui anak-anak lari berhamburan keluar, Danramil Sabu Raijua Mayor (Inf) I Ketut Nesa langsung memerintahkan anggotanya TNI untuk ke Lokasi SDN 1 Sabu Barat dan mengamankan pelaku,” jelasnya.

Kejadian ini, langsung memantik amarah seluruh masyarakat Sabu Raijua. Ribuan masyarakat langsung menuju polsek setempat guna memastikan kejadian tersebut. Selain melakukan konsentrasi massa di Kantor Polsek Seba, massa juga melakukan pengamanan di lokasi kejadian bersama personil polsek yang terbatas jumlahnya.

Bahkan ratusan massa juga melakukan konsentrasi di Dermaga Seba, sebab beredar informasi melalui media sosial bahwa pelaku bukan bekerja sendiri, melainkan bersama 5 rekan lainnya. Sementara orang tua dan para keluarga korban langsung membawa para korban menuju puskesmas terdekat.

 

Irwan, Pelaku Penikaman Tewas Dirajam Massa

Irwan, pemuda asal Depok, Jawa Barat, pelaku penyerangan siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) I Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya tewas dirajam massa dengan menggunakan batu dan kayu. Warga yang emosi dengan perbuatan pelaku,  membobol ruang tahanan Polsek Seba, Ibu Kota Kabupaten Sabu Raijua dan menganiaya pelaku hingga tewas.

img-20161213-wa0049“ Pelaku sudah meninggal,” kata Kapolres Kupang, Ajun Komisaris Besar Ajie Indra yang dihubungi wartawan pasca kejadian tersebut.

Bahkan amarah warga tidak berhenti sampai disitu. Warga bahhan terus membobol sel tahanan, untuk mengeluarkan pelaku untuk dibakar, namun dihadang aparat kepolisian. “ Anggota kami hadang warga agar tidak membakar pelaku,” katanya.

Saat ini, menurut dia, aparat kepolisian masih berupaya untuk mengeluarkan jenasah pelaku yang masih berada dalam sel tahanan untuk dievakuasi ke rumah sakit.

“Kami masih berupaya agar untuk keluarkan jenasah dari ruang tahanan,” katanya.

Akibat niat warga tidak kesampaian, warga meluapkan amarah dengan merusak beberapa toko dan lapak jualan di Nataga dan pasar Hede yang berada di Kabupaten tersebut.

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan pelaku tidak hanya sendirian dalam melakukan aksinya, tapi masih ada beberapa orang lagi yang telah kabur menggunakan feri cepat menuju Kota Kupang, NTT. “Gak koq, pelaku hanya satu orang,” tegas Kapolres Ajie.

 

Gubernur NTT Langsung Sikapi Kejadian Ini

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya menegaskan, insiden yang terjadi di Kabupaten Sabu Raijua sedang ditangani aparat keamanan.

“Kita sudah lakukan koordinasi dengan aparat Kepolisian dan TNI untuk menyikapi secepatnya insiden yang terjadi di Sabu itu, Kita berharap segera ditangani sehingga tidak meluas,” kata Gubernur ketika dimita tangapannya di Lewoleba, Selasa, 13 Desemer 2016, seperti ang dilansir dari nttsatu.com

Lebu Raya mengharapkan agar, masyarakat Sabu jangan terpancing dengan beragai isu yang dihembuskan berbagai pihak untuk memancing emosi.

“Mari serahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan yang sedang bekerja menangani kasus ini,” katanya.

 

Kalangan DPRD NTT Kecam Peristiwa di Sabu

Peristiwa penyerangan siswa SDN 1 Seba, Kabupaten Sabu Raijua, mendapat kecaman keras dari DPRD NTT. Para unsur pimpinan Komisi dan Fraksi DPRD NTT secara umum mengecam dan mengutuk peristiwa keji tersebut.

img-20161213-wa0051Winston Rondo, Anggota DPRD NTT dari Fraksi Demokrat secara tegas mengecam keras tindakan penyerangan terhadap anak di Sabu Raijua. Menurut dia, hal tersebut merupakan peristiwa kekerasan yang serius, dan pihak kamanan diminta untuk segera melakukan pengungkapan, penyelidikan dan penyidikan terhadap pelaku.

Sementara itu anggota DPRD NTT dari partai Golkar, Mohamad Ansor menilai peristiwa di Sabu Raijua sebagai sebuah tindakan yang keji. Menurut dia, hal ini juga perlu disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan isu-isu yang mengganggu kemanan dan ketertiban masyarakat.

Dia juga secara tegas meminta pihak keamanan agar segera memastikan siapa pelaku yang sebenarnya. Hal tersebut sangat penting, karena menurut dia, yang sudah beredar di media, khususnya media sosial sangat berpengaruh terhadap opini dan persepsi masyarakat terkait dengan latar belakang pelaku.

“Ini sangat penting agar jangan memunculkan isu-isu lain yang justru memecah belah dan kerukunan di dalam masyarakat,” tegas dia.

Dalam rapat tersebut pada akhirnya menghasilkan rekomendasi untuk selanjutnya ditindaklanjuti. Rekomendasi tersebut diantaranya, prihatin dan mengutuk kejadian di Sabu, menghimbau kapolda san Kapolres mengungkap pelaku dan harus dipublikasi agar tidak ada intepretasi lain, mendukung pemulihan di Sabu dan meminta semua Kapolres se NTT untuk mengamankan daerahnya masing-masing, serta berkomunikasi dengan para tokoh agama agar situasi Sabu Raijua dapat kembali kondusif. (fatur*/seputar-ntt.com/portalntt.com/nttsatu.com/berandanusantara.com)

 

 

Comments
Loading...