Sabu Berdarah, 7 Siswa SD Ditusuk Pria Tak Dikenal

  • Bagikan

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Naomi Oktaviani Pawali (10 Thn), tentu tidak membayangkan dirinya akan mengalami tragedi berdarah pagi ini. Pagi ini, Selasa, 13 Desember 2016, menjadi hari kelam bagi keluarga Siswi Kelas V SDN I Seba, Sabu Raijua. Tubunnya bersimbah darah, akibat luka tusukan pisau oleh pria tak dikenal. Akibatnya naomi sekarat dengan luka di bagian leher dan bibir depan.

15541313_10208343065157763_657181053370105951_nNaomi tidak sendiri. Bersamanya, ada 6 teman kelasnya juga mengalami nasib yang sama. Mereka adalah Juniarto Ananda Apri Dimu, 11 tahun, mengalami luka robek pada pipi kiri, lengan kanan dan daun telinga bagian kanan, Maria Katrina Yeni, 8 tahun mengalami luka pada leher, jari tunjuk dan jari tengah.

Kemudian, Gladis Riwu Rohi, 11 tahun mengalami luka pada leher dan jari, Dian Suryanti Kore Bunga, 11 tahun mengalami luka  pada leher, Alberto Tamelan, 10 tahun mengalami luka pada leher dan Aldi Miha Djami, 11 tahun juga mengalami luka pada leher.

Baca Juga :  Mabes Polri Berhasil Menangkap Aktor Intelektual Kerusuhan Papua

Kejadian tersebut berlangsung pada saat jam pelajaran sekolah berjalan. Pelaku yang kemudian diketahui bernama Irwan, asal Depok, Provinsi Jawa Barat ini, secara tiba-tiba datang ke lokasi kejadian, dan memasuki ruang kelas Naomi Pawali berserta 6 korban lainnya.

“ Pada saat jam pelajaran berlangsung sekira pukul 08.47 Wita, datang pelaku memasuki ruangan kelas V SDN 1 Sabu barat, dimana saat itu Pelaku sementara memegang pisau ditangan,” jelas Kapolsek Sabu Timur, Muhamad Nawawi, kepada seputar-ntt.com, Selasa, 13 Desember 2016.

Dijelaskan Nawawi, pelaku yang masuk ke ruang kelas V langsung menuju ke bangku belakang dimana korban Naomi Oktoviani Pawali duduk dan menyerang korban dengan pisau dibagian leher. Setelah itu, pelaku mencari korban lainnya yang menikam secara membabi buta. Melihat kejadian tersebut para siswa sekolah SDN 1 Sabu Barat langsung berhamburan keluar lingkungan Sekolah yang berdampingan dengan Koramil 1627/04-Sabu Raijua.

Baca Juga :  Pengacara Budi: Praperadilan Dilakukan untuk Perbaiki Citra

“ Saat mengetahui anak-anak lari berhamburan keluar, Danramil Sabu Raijua Mayor (Inf) I Ketut Nesa langsung memerintahkan anggotanya TNI untuk ke Lokasi SDN 1 Sabu Barat dan mengamankan pelaku,” jelasnya.

Kejadian ini, langsung memantik amarah seluruh masyarakat Sabu Raijua. Ribuan masyarakat langsung menuju polsek setempat guna memastikan kejadian tersebut. Selain melakukan konsentrasi massa di Kantor Polsek Seba, massa juga melakukan pengamanan di lokasi kejadian bersama personil polsek yang terbatas jumlahnya.

Bahkan ratusan massa juga melakukan konsentrasi di Dermaga Seba, sebab beredar informasi melalui media sosial bahwa pelaku bukan bekerja sendiri, melainkan bersama 5 rekan lainnya. Sementara orang tua dan para keluarga korban langsung membawa para korban menuju puskesmas terdekat.

 

Irwan, Pelaku Penikaman Tewas Dirajam Massa

Irwan, pemuda asal Depok, Jawa Barat, pelaku penyerangan siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) I Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya tewas dirajam massa dengan menggunakan batu dan kayu. Warga yang emosi dengan perbuatan pelaku,  membobol ruang tahanan Polsek Seba, Ibu Kota Kabupaten Sabu Raijua dan menganiaya pelaku hingga tewas.

Baca Juga :  KRI Bung Tomo Temukan Benda Diduga Ekor Pesawat AirAsia QZ8501

img-20161213-wa0049“ Pelaku sudah meninggal,” kata Kapolres Kupang, Ajun Komisaris Besar Ajie Indra yang dihubungi wartawan pasca kejadian tersebut.

Bahkan amarah warga tidak berhenti sampai disitu. Warga bahhan terus membobol sel tahanan, untuk mengeluarkan pelaku untuk dibakar, namun dihadang aparat kepolisian. “ Anggota kami hadang warga agar tidak membakar pelaku,” katanya.

Saat ini, menurut dia, aparat kepolisian masih berupaya untuk mengeluarkan jenasah pelaku yang masih berada dalam sel tahanan untuk dievakuasi ke rumah sakit.

“Kami masih berupaya agar untuk keluarkan jenasah dari ruang tahanan,” katanya.

  • Bagikan