Saat Cuitan SBB Disambut Komentar JT Ose Luan

0
412
Loading...

ATAMBUA,fokusnusuatenggara.com- Stefan Bele Bau (SBB), oknum ASN Pada Pemkab Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendadak viral di jejaring media sosial Facebook. Cuitan dia di Grup Facebook “Kotak Ketik”, soal dugaan atur- atur proyek oleh Pemerintah Kabupaten Belu, langsung mendapat komentar keras dari Wakil Bupati Belu, JT Ose Luan. Bahkan Wabup Ose Luan langsung meminta aparat kepolisian dan jaksa untuk mengusut dugaan kasus yang disampaikan SBB.

Berikut kutipan isi postingan SBB “Saya lihat ada beberapa anak muka bodoh-bodoh dan lugu yang termakan oleh propaganda beberapa oknum pengusaha, mereka tidak sadar kalau mereka lagi diperalat. Saya jelaskan di kalian yang muka lugu itu bahwa yang lagi berteriak-teriak pakai akun paslu dan mendorong kalian di depan pakai akun asli menyerang pemerintah itu karena kepentingan proyek semua. Mereka-mereka itu awalnya memaksa untuk mengendalikan proyek mengatur proyek, mulanya karena pimpinan perasan membiarkan mereka apalagi baru habis pemilukada. Ada yang dapat 2 paket besar, ada yang lebih, ada yang dapat paket besar tapi tidak kerja dia hanya jual untuk dapat vee yang tidak tanggung-tanggung besarnya bisa 100juta keatas. Dapat uang gampang begitu banyak tidak pernah mau kasih sedikit juga di teman-teman lain yang dulu disuru kiri kanan muka bodoh-bodoh sama dengan mereka yang lagi peralat sekarang. Jadi kamu muka bodoh-bodoh ikut dong nanti kemudian kamu makan tai dong makan nasi. Kenapa mereka ini benci dengan pemerintah sekarang???? Pemerintah sekarang punya priinsip membangun berbeda dengan yang dulu-dulu. Contohnya begini : untuk bangun infrastruktur kususnya jalan anggarn 30M pemerintah langsung plot di satu titik misalnya ke Kecamatan Nanaet Dubesi. 1 kali tender, 1 perusahaan yang kerja, kerja langsung tuntas dan masyarakat senang. Tapi para kontraktor ini tidak setuju karena mereka mau ada pemerataan sehingga bisa hidup katannya. Yang mereka mau kalau anggaran 30 M dibikin 30 sampai 60 paket 500 meter di Lamaknen, 500 di Nanaet, 1 km di Bakustulama dan seterusnya. Kalau dibagi kecil seperti itu memang akan menyenangkan mereka yang kontraktor terutama yang timsus. Mereka bisa dapat bagian kerja ada yang tidak punya perusahaan klaim 1-2 paket lalu jual di orang lalin dan dapat fee, dan apa yang terjadi kalau sudah dapat fee seperti itu? Orang yang kerja juga asal-asalan kwalitasnya dan akhirnya bikin pimpinan yang susah.

Makanya saya nasiati kamu yang muka bodoh-bodoh dan lugu ini jangan ikut kemauan mereka, mereka hanya memperalat kalian maju pasang badan di depan nanti juga mereka yang enak kamu hanya nonton. Paham?????????”

Sontak postingan ini banjir komentar. Respon tegas langsung diberikan oleh Wabup Belu, lewat akun Facebooknya,  JT Ose Luan. Dalam komentarnya JT Ose Luan menulis, Pak Kapolres.. tolong usut penjelasan dapat proyek besar jual ke orang dapat fee. Jelas sumbernya dan tinggal sumber buka para pecundang yang jual proyek dapat fee..terimakasih pak kapolres,”.

Bukan hanya Akun JT Ose Luan saja, menyusul akun Stefen Lambiombir dengan komentar yang tegas pula. Bahkan dalam komentarnya, Lambiombir juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun langsung mengusut dugaan yang disampaikan SBB tersebut, dengan menambah hashtag #KPK. Berikut Kutipan Komentar Akun Stefen Lambiombir.

“ #KPK, #kejaksaan, dan #tipikor baca bahaya karna sudah keceplosan omong pemerintah begini,,baik kalau betul berarti beliau lolos pemerintah hancur, tapi kalau tidak terbukti beliau yang hancur”

Postingan ini sempat viral selama 2 hari yakni tanggal 7 sampai 9 Juni 2019. Namun setelah redaksi www.fokusnusatenggara.com berusaha mencari kembali postingan ini, ternyata sudah tidak ditemukan lagi. Bahkan hilangnya postingan tersebut tanpa penjelasan dari admin yang mengelolah Grup Facebook “Kotak Ketik”.

Menanggapi hal ini, Kapolres Belu, Christian Tobing, menyatakan,  pihaknya segera melakukan proses penyelidikan. Apabila ada indikasi korupsi, maka akan dinaikan status ke penyidikan. “ Terkait postingan seperti itu kita akan lakukan pendalaman (penyelidikan). Kalau ditemukan adanya indikasi tipikor, nanti kita akan proses sidik” ungkapnya seperti dikutip dari www.timordaily.com.

Penulis : JeOt

Sumber Foto :

  • Akun FB Stefance Bele Bau
  • Ilustrasi
  • Screen Shot Postingan Facebook

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here