PN Kupang Dinilai Arogan Dalam Sengketa Perkara Tanah Keluarga Balo

  • Bagikan

“ Ini ada konspirasi yang tidak beres antara oknum pegawai di PN dengan para penggugat. Sebab warga merasa resah dengan intimidasi selama ini agar segera kosongan lahan. Sementara perkara ini sementara berjalan.  Bahkan mereka datang memaksa dengan membawa aparat kepolisian dan alat berat. Kami bukan menolak, tapi kami meminta agar ditunda sampai ada keputusan tetap,”  jelasnya.

Baca Juga :  Veky Lerik Lapor Jaksa, Andre Koreh ‘No Comment’

Sengketa perkara perdata antara Keluarga Saubaki selaku penggugat dan Keluarga Benyamin Balo sebagai penggugat, sudah berlangsung sejak tahun 2011. Bahkan ada indikasi penipuan oleh keluarga Saubaki, dimana dalam perkara awal mereka menghadirkan saksi palsu yang menyatakan tanah tersebut milik mereka tanpa bukti yang valid. Bahkan para saksi  palsu tersebut sudah dijatuhi hukuman pidana.

Atas putusan pidana terhadap kasus saksi palsu tersebut, pihak penggugat sudah mengajukan PK ke MA, namun ditolak. Tetapi persoalan perdata sengketa tanah ini masih tarus berperkara, tanpa dukungan bukti kepemilikan sah dari keluarga Saubaki, berupa sertifikat tanah, bukti pembayaran pajak serta keterangan dari pemerintah setempat.

Baca Juga :  DPRD NTT Bentuk Tim Investigasi Dana Media

Sedangkan semua bukti kepemilikan tanah berupa sertifikat, bukti pembayaran pajak dan keterangan dari pemerintah setempat masih menjadi milik keluarga Benyamin Balo. Tanah yang menjadi sengketa ini, telah dimiliki oleh keluarga Balo secara turun temurun sejak tahun 1895. (fatur)

 

 

  • Bagikan