PMKRI Resmi Laporkan Polce Adu Ke Propam Polda NTT

0
179
Loading...

KUPANG,fokusnusatenggara.com – Ketua PMKRI Kupang, Adrianus Oswin Goleng secara resmi melaporkan Brigpol. Polce Adu, Cs ke Propam POLDA NTT tanggal 19 Januari 2020, sekitar jam 01.00 WITA dengan Nomor Laporan : STPL/3/I/Huk.12.10./2020/Yanduan.

Berdasarkan release PMKRI Kupang diterima redaksi media ini (19/01/2020) disebutkan Brigpol. Polce Adu, Cs diduga melakukan pemukulan terhadap Adrianus Oswin Goleng, Tempat Kejadian Perkara dalam Kantor Satlantas Polres Kupang Kota, Nusa Tenggara Timur.

Kutipan release PMKRI Kupang menerangkan peristiwa berawal dari kendaraan roda dua merek Satria FU yang dikendarai Oswin Goleng ditilang oleh Anggota Satlantas Polres Kupang Kota di depan Gereja Kathedral Keuskupan Agung Kupang sekitar jam 11.00 WITA karena tidak mengenakan helm.

Berikut catatan kronologi perstiwa dikeluarkan PMKRI Kupang, usai Misa hari Minggu, Adrianus Oswin Goleng bersama seorang senior berinisial BP menuju ke Kampung Solor. Di depan Gereja Kathedral ditilang oleh Satlantas Polresta Kupang Kota.

Sebagai warga negara yang baik dan taat hukum, saat ditahan tidak mengelak atau melawan. Pada saat bersamaan, Oswin Goleng sempat meminta blanko tilang. Namun, kata oknum Polantas bahwa blanko tilang tidak ada.

Oswin, cs yang ditilang diarahakan untuk mengambil blanko di Kantor Satlantas Polresta. Motor Satria Fu akhirnya dibawa Anggota Polantas ke kantor.

Setelah itu, Oswin, cs bergegas ke Kantor Satlantas Polresta Kupang Kota untuk mengambil blanko tilang. Setibanya di Kantor Satlantas, Oswin menanyakan mekanisme atau SOP penilangan yang berlaku, bahwasannya, lokasi tilang tanpa papan informasi bahkan blanko tilang tidak diberikan malah diarahkan ke kantor Satlantas.

Selain itu, lokasi tilang sama sekali mengabaikan kepentingan umum. Karena, menurutnya, di sekitar lokasi rawan kecelakaan. Lokasi itu tepat di pertigaan jalan menurun dan berhadapan langsung dengan Gereja Kathedral yang mana orang kristiani butuh ketenangan menjalankan aktivitas rohani.

“Sebagai orang awam, niat saya mempertanyakan untuk memperoleh alasan dan informasi secara utuh dari pihak Satlantas agar tidak menimbulkan kecurigaan dan penilaian negatif. Namun hal ini diabaikan, malah saya dipukul, diintimidasi dan diusir,” terang mantan Ketua PERMADA Kupang yang kini menjabat Ketua PMKRI Kupang, Oswin Goleng dalam konfirmasi lanjutan redaksi media ini.

Selanjutnya, mendengar perkataan itu, menurut keterangan Oswin dan beberapa saksi yang juga hendak mengambil blanko, Anggota Polantas Polce Adu menanggapi secara arogan dengan bahasa yang tidak etis.

“Kau datang hanya bikin ribut saja, goblok,” sebut Oswin meniru ucapan Polisi Polce.

Tidak menerima perkataan itu, Oswin membalas ujaran dengan seruan “Pak, mohon lebih etis dalam berbahasa, sebetulnya kamu yang goblok,” tutur Oswin Goleng.

Release PMKRI Kupang mengungkapkan, tidak menerima dengan perkataan Adrianus Oswin Goleng, Polce Cs, sekitar 7-8 orang bereaksi dengan melakukan kekerasan secara fisik dan verbal yakni memukul, intimidasi dan mengusir korban keluar dari kantor secara tidak manusiawi.

Atas perlakuan ini, korban dan saksi langsung melapor kejadian di PROPAM POLDA NTT. Usai membuat laporan, korban langsung diarahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara guna divisum.

Pantauan koresponden redaksi media ini, kondisi korban pemukulan terdapat luka memar di sekitar leher, dada dan perut.

Terhadap kejadian ini, Ketua PMKRI Kupang, Oswin Goleng dan Margajuang63 – Sekretariat PMKRI Cabang Kupang, mendesak Polda NTT melalui Propam segera mengusut dan menindak tegas para pelaku kekerasan yang bertindak memalukan dan tidak mencerminkan watak aparatur negara pengayom masyarakat.

“Ini tindakan memalukan. Oknum polisi sama sekali tidak mencitrakan spirit lembaga, melindungi, mengayomi dan melayani. Bukannya memberikan edukasi malah represif,” ungkap Goleng.

Sementara itu, menurut saksi peristiwa, JO, kejadian kekerasan benar adanya.

“ Ya, saya melihat korban dipukul dan diusir oleh beberapa oknum Satlantas,” terang saksi.

Keterangan ini diperkuat saksi lain, BP membenarkan kejadian.

“Korban diperlakukan tidak adil. Oknum Satlantas yang melakukan tindakan kekerasan fisik maupun verbal, Brigpol Polce, Cs telah melakukan kekerasan dengan benar-benar tidak menjaga marwah lembaga Polri” ungkap saksi BP.

Release PMKRI mengungkapkan alat bukti yang dikantongi adalah keterangan saksi dan hasil visum et repertum.

Selanjutnya PMKRI Kupang dan elemen lainnya akan menggelar aksi demonstrasi atas tindakan represif yang dilakukan oleh oknum Satlantas terhadap Ketua PMKRI Cabang Kupang. (***)


Reporter: Usif


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here