Pekan Depan Ibi Riti Diperiksa Jaksa

0 48

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Jika tak ada aral rintangan, pekan depan pihak Kejaksaan Tinggi Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), berencana akan memanggil Lambert Ibi Riti, Karo Humas Setda NTT, terkait dugaan korupsi dana bantuan kepada media yang dilaporkan Aliansi Wartawan Peduli APBD NTT beberapa waktu lalu.

Kajati NTT, John W Purba, melalui Asintel, Amran Lakoni, yang ditemui diruag kerjanya Kamis, 18 Juni 2015 mengatakan, saat ini berkas dugaan KKN yang dilaporkan wartawan di Kejati NTT, sementara diteliti untuk selanjutnya dikeluarkan Sprindik. Berdasarkan sprindik tersebut baru akan dilakukan pemanggilan.

korupsi“Jika sudah diteliti maka Sprindiknya kemungkinan langsung menyusul untuk dipanggil satu minggu berikutnya. Sebagai Asintel Kejati NTT, saya langsung mengambil sikap sesuai petunjuk  dari Sprindik,” jelasnya.

Dijelaskan Lakoni, jika dalam hasil penyilidikan yang dilakukan oleh Intel Kejati NTT ditemukan bukti awal yag cukup maka akan diproses lanjut oleh Kejati NTT.

“Bukti dari aliansi wartawan sudah cukup memenuhi untuk tahap permulaan. Kita juga sudah dapatkan beberapa bukti tambahan soal dugaan tersebut. Semoga pekan depan sudah bisa dipanggil,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Penyidik kejaksaan tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) serius menangani kasus dugaan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang dilaporkan Aliansi Wartawan Peduli APBD NTT. Hal itu dibuktikan dengan pengumpulan data yang sedang dilakukan.

Aliansi Wartawan Peduli APBD NTT melaporkan Kepala Biro Humas Setda NTT Lambert Ibi Riti ke Kejaksaan Tinggi NTT terkait dugaan KKN yang dilakukan Lambert dengan membagikan dana kerjasama sebesar Rp 900 juta ke 12 media lokal.

Berdasarkan data yang dilaporkan disebutkan media yang menerima dana bantuan pemerintah itu diantaranya TVRI Kupang sebesar Rp 141 juta, Sindo TV Rp 115 juta, AFB TV Rp 95 juta, Radio Swara Timor Rp 61 juta, Radio Suara Kupang Rp 34,5 juta, Radio Kaisarea Rp 39 juta. Tabloid Kabar NTT Rp 56 juta, Radio Suara Kasih Rp 34,5 juta, Tabloid Fortuna Rp 70 juta, Tabloid Likurai Rp 40 juta dan LPP RRI Rp 25 juta. (jeje)

 

Comments
Loading...