Mengetahui Bunga Hamil, RB Paksa Gugurkan

  • Bagikan

ATAMBUA,fokusnusatenggara.com- Malam itu, 29 Agustus2014, setelah melakukan hubungan badan bersama Bunga,  keesokan harinya RB langsung kembali Atambua, Belu-NTT. Hubungan mereka pasca kejadian itu berjalan normal. Saling telepon, sms sekedar menanyakan khabar sering dilakukan mereka berdua. (Baca : http://www.fokusnusatenggara.com/lintas-ntt/mengaku-bujang-anggota-dprd-belu-hamili-wil dan http://www.fokusnusatenggara.com/hukum-dan-kriminal/malam-itu-kemungkinan-bunga-diperkosa)

Satu bulan berjalan, Bunga positif hamil. Kepada fokusnusatenggara.com Bunga mengisahkan, pada saat mengetahui dirinya hamil, Bunga sempat komunikasikan ini kepada RB. Namun selama dua hari sms, telepon Bunga tidak direspon oleh RB.

ilustrasiiii“ Pas waktu saya hamil, saya coba kontak dia lewat sms dan telepon tapi dia tdak respon. Disitu saya pikiran,” kisah Bunga.

Baca Juga :  Di Lasiana, Suami Pukul istri Hingga Tewas

Harapan Bunga agar RB mengetahui kehamilannya tercapai. Akhir September 2014, RB menemui Bunga di Kupang-NTT. Pada saat pertemuan tersebut Bunga sampaikan kepada RB bahwa dirinya hamil. Mengetahui hal tersebut RB kaget langsung meminta Bunga untuk gugurkan, dengan alasan dirinya sudah menikah. Bunga kaget bukan kepalang, pasalnya bukan berita baik yang didapat, tetapi Bunga merasa terpojok dengan pengakuan RB bahwa dirinya sudah memiliki istri.

“ Waktu kami ketemu di Kupang, saya bilang ke dia bahwa saya hamil. Tetapi dia langsung bilang untuk gugurkan karena dia tidak mau bertanggung jawab, karena sudah memiliki keluarga. Bahkan dia tawarkan saya untuk gugurkan kandungan di Surabaya dan Singapura. Tetapi saya menolak karena itu dosa yang sangat berat,” tutur Bunga.

Baca Juga :  Mangkir Lagi, Falens Pareira Dinilai Tidak Kooperatif

Bunga melanjutkan, pasca pertemuan itu RB seolah hilang ditelan bumi. Berkali-kali Bunga berusaha hubungi RB namun berkali-kali juga dirinya harus gagal. Akhirnya Bunga mengambil keputusan untuk memberitahu kehamilannya kepada keluarga terutama orang tua kandung Bunga.

Dengan perasaan malu, karena perutnya yang semakin membuncit, Bunga kumpulkan keberanian untuk ceritakan kronologis kehamilannya kepada keluarga. Oleh pihak keluarga, Bunga diminta menghubungi pihak RB agar menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.

Baca Juga :  Usir Wartawan, Romal Bere Dinilai Hambat Kemerdekaan Pers

Dengan keadaan depresi, Bunga dihubungi istrinya RB, BK, untuk diselesaikan secara baik-baik. Akhirnya kesepakatan keluarga Bunga dan RB tercapai. Persoalan ini diselesaikan secara adat pada tanggal 3-4 Januari 2015, dimana usia kehamilan Bunga memasuki bulan kelima. Dan proses penyelesaian masalah ini dilakukan di rumah Victoria Moruk, mama besar dari Bunga.

  • Bagikan