Mangkir Lagi, Falens Pareira Dinilai Tidak Kooperatif

0 49

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Mangkir lagi sebagai saksi  dalam sidang lanjutan dugaan Korupsi proyek BSPS MBR 2012 Kabupaten Belu-NTT dengan terdakwa Yustinus Bere, Falens Pareira, mantan Ketua Pokja dan Ketua Bapeda Belu-NTT, dinilai tidak kooperatif.

noana sidangPenegasan ini disampaikan tim kuasa hukum Yustinus Bere, Ferdi Bae, kepada wartawan usai sidang siang tadi. Menurut Bae, sikap yang ditujukan Falens Pareira dinilai sebagai perbuatan yang melawan hukum. Pasalnya, kesaksian Falen Pareira sangat penting bagi status hukum kliennya.

“ Kesaksian dia penting karena semua proses program MBR dia sangat paham dan mengerti sebab dia mantan ketua pokja. Apalagi dirinya pernah memberikan keterangan dalam BAP, untuk itu kami meminta agar dia hadir dan berikan kesaksian,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Wahyu, menjelaskan, pemanggilan Falens Pareira sebagai saksi akan dipertimbangkan dalam sidang pekan depan. Karena dirinya tidak bisa memutuskan sepihak dan masih berembuk dengan tim jaksa.

“ Kami akan pertimbangkan pemanggilan Falens Pareira untuk pekan depan. Sebab keputusan itu bukan ditangan saya, karena kita kerja tim, untuk itu saya akan diskusikan hal ini dengan Tim JPU,” jelasnya.

Menanggapi pernyataan JPU, Helio Caetano Moniz, Ketua Tim Penasehat Hukum Yustinus Bere, menganggap sebuah kekeliruan. Pasalnya dalam aturan hukum, semua saksi yang diambil BAP dalam pemeriksaan wajib hukumnya untuk hadir dalam persidangan memberi kesaksian, tanpa ada alasan pertimbangan.

“ Itu sangat keliru. Aturan menjelsakan bahwa setiap saksi yang diambil BAP Wajib untuk dihadirkan dalam sidang. Bukan dipertimbangan. Ini menyangkut nasib klien kami. Jadi sangat disesalkan penyataan jaksa demikian,” jelasnya.

Moniz juga menyanyangkan sikap Kejari Atambua,  yang tidak mengindahkan perintah Kejati NTT, John W Purba, agar Falens Pareira dijemput paksa untuk didengar kesaksian di pengadilan hari ini.

“ Masa Kejari Atambua sebagai bawahan langsung Kejati NTT tidak indahkan perintah atasan,? Ada apa dibalik semua ini,”ungkapnya.

Sidang hari ini masih mengagendakan mendengar keterangan para saksi terkait penyaluran bahan materian dan prosres pelaksanaan program ini. Saksi yang dihadirkan hari ini antaranya, Patrick Min Fernandez, Pemilik Toko Angkasa Ria, dan Emiliana Lotuk, Kepala Desa Asumanu, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu-NTT (Laporan : Jeje)

Keterangan Foto : Suasana sidang lanjutan MBR dengan terdakswa YB siang tadi

Comments
Loading...