Lamban, Penangan Kasus Pelecehan Seksual Di Lembata

0 64

piter wukakLEWOLEBA,fokusnusatenggara.com- Lambannya penangan kasus pelecehan seksual yang dialami 2 anak dibawah umur, oleh oknum Kepala Sekolah SD Twau Wutung Lembata, Provinsi NTT,  berinisial FMS, membuat Koordinator Aliansi Keadilan dan Kebenaran Anti Kekerasan (ALDIRAS) Lembata, Geram.

Pasalnya, menurut  Koordinator ALDIRAS,  Petrus Bala Wukak, penanganan kasus yang dilakukan Polsek setempat, terkesan lambat dan berjalan di tempat. “Bagaimana dengan kasus pelecehan seksual di Twau Wutung itu, kenapa penanganannya lamban sekali? Kalau memang tidak bisa di tangani di Polsek, maka kita desak supaya Polres segera ambil alih. Kasus ini sangat mencoreng dunia pendidikan,” jelasnya.

Selain mendesak agar pihak kepolisian segera tuntaskan kasuis ini, Aldiras lembata juga meminta agar Bupati Lembata, memalui Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan NTT, segera menonaktifkan oknum Kepala sekolah SD Twau Wutung, yang diduga kuat melakukan kasus pelecehan seksual tersebut.

Menanggapi hal terseburt, Kepala Dinas P dan K kabupaten Lembata, NTT, Sakarias Paun, kepada fokusnusatenggara.com melaui hubungan telepon menjelaskan, FMS telah dinonaktifkan dan ditarik ke dinas guna diberi pembinaan. (Laporan : Polce Atakey)

 

Comments
Loading...