Laiskodat Kirim Tiga Napi Pencuri Ternak ke Nusakambangan

1.878

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Tiga nara pidana pencuri sapi, kerbau dan kuda asal Sumba, Provinsi NTT dipindahkan ke LP Nusakembangan, Cilacap, Jawa Tengah. Pemindahan ini sesuai dengan janji Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat untuk memberi efek jera dan menekan angka pencurian di Sumba.

“Tiga narapidana pencuri ternak asal Sumba dipindahkan LP Nusakembangan. Mereka dikawal tim anggota Brimob sampai LP Nusakembangan. Hari ini ( 18/7) dibawa dari Sumba ke Kupang dan Senin 20 Juli 2020 diterbangkan ke LP Nusakembangan,” kata Kakanwil Kemenkum HAM Provinsi NTT Mercy Djone (18/7).

Pemindahan tiga terpidana kasus pencurian ternak di Kabupaten Sumba ini jelas Mercy Djone sesuai janji Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat untuk membuat efek jera dan menekan angka pencurian ternak di Sumba.

“Mereka akan menjalani masa hukuman di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Nusakambangan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Diharapkan setelah bebas dari Nusakambangan mereka bertobat, tidak mengulangi perbuatannya. Forkopimda Sumba Barat dan Provinsi NTTakan menyaksikan saat mereka diterbangkan ke Cilacap,” jelas Mercy Djone.

Pengiriman Napi pencurian ternak ke Nusakambangan itu sesuai dengan harapan Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) untuk memberikan efek jera dan menekan angka pencurian ternak di Sumba.

Pemindahan napi, pencuri ternak kawakan di Sumba ini diapresiasi Bupati Sumba Tengah Paul Kira Limu. Kebijakan Gubernur Viktor ini sedikitnya telah berdampak pada amannya ternak milik warga di Sumba Tengah. Masyarakat sudah bisa tidur tenang karena tidak khawatir lagi ternak kami dicuri orang

“Saya apresiasi kebijakan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat terhadap pemindahan tida narapidana pencuri ternak. Dampaknya cukup bagus karena masyarakat pemilik ternak sudah bisa tidur malam dengan tenang. Tidak berjaga –jaga sampai pagi hari. Dengan pemindahan tiga narapidana pencuri ternak kawakan ini ke Cilacap, minimal membuat kaki tangan mereka di lapangan menjadi jera juga,” kata Paul Kira Limu.

Untuk diketahui Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dalam beberapa kali pertemuan bersama dengan Bupati/Walikota se-NTT maupun kunjungan kerja sedaratan Sumba, selalu menegaskan akan menindak tegas para pencuri ternak agar ada efek jera.

Salah satu langkah pemberian efek jera bagi pencuri ternak di Sumba, mereka harus diberikan hukuman maksimal agar bisa mendapatkan pembinaan yang cukup di Lapas. “Saya sudah bicara juga dengan Pak Kajati agar khusus untuk kasus pencurian ternak dikasih hukuman maksimal, supaya kita kirim mereka ke LP Nusakambangan Cilacap atau ke penjara di Sumatera. Biar tidak ada keluarga yang jenguk dan setelah pulang mereka bisa bertobat,” tegasnya. (*/gatra.com)

Comments
Loading...