Kowmen NTT Laporkan Wens John Rumung Ke Polda NTT

0 52

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Wens John Rumung, Pimpinan Redaksi Tabloid Expo NTT, Selasa, 26 April 2016, resmi dilaporkan ke Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), terkait dugaan kasus pelecehan, pemfitnahan dan pencemaran nama baik terhadap Komunitas Wartawan Media Online (Kowment) Nusa Tenggara Timur.

13090892_1196414703704380_786745092_oLaporan tersebut disampaikan secara resmi oleh Adrianus Ndu Ufi, selaku Koordinator Hukum, Advokasi dan Pengaduan Kowmen NTT.  Laporan tersebut diterima oleh AKP Yohanes Dani, Kepala SKPT Polda NTT.

Dalam laporan bernomor LP/B/IV/2016/SKPT tersebut, Adrianus Ndu Ufi selaku pelapor, selain melaporkan Wens John Rumung, juga melaporkan Edi Olin, Wartawan Kompas TV, karena diduga melakukan pemfitnahan, pencemaran nama baik dan pelecehan melalui media elektronik, yakni status yang diunggah dalam facebook.

“ Hari ini saya atas nama Kowmen NTT resmi melaporkan saudara Wens John Rumung dan Edi Olin ke Polda NTT, terkait satatus facebook yang dimuat pada tanggal 22 April 2016, pukul 21.05 Wita,” kata Ndu Ufi, yang didampingi pengacara Kowmen NTT, Fransisco Besie.

Menurut Ndu Ufi, dalam status yang dimuat oleh Wens John Rumung yang berbunyi, “Aneh dan memalukan seorang wagub melantik pengurus organisasi jurnalistik? Logikanya, yang melantik adalah yang mengeluarkan sk,dan yang melantik yang memberi gaji yang dilantik.Memalukan,baru terjadi di negeri ini.”, adalah bentuk pecehan terhadap Kowmen NTT yang pada tanggal 22 April 2016, barusan dilantik oleh Wakil Gubernur NTT, Benny Litelnoni.

Ditambahkan Ndu Ufi, selain menulis status, Wens John Rumung dalam komentar di status tersebut jelas menyatakan “O begitukah, jadi nanti diggaji dari apbd ntt”, menanggapi komentar Akun Facebook milik Edi Olin dalam yang berbunyi “itu organisasi media pemerintah om, makanya wagub yg lantik”.

“ Memang semula kami merasa biasa saja akan status tersebut. Tetapi setelah dalam komentar di status tersebut Wens menyebut kata NTT, maka dugaan kami, Wens sudah melecehkan kami, karena selang beberapa jam usai pelantikan Kowmen-NTT status tersebut diunggah. Dan status tersebut dikomentari oleh akun milik Edi Olin,” jelas Ndu Ufi.

Sementara itu, Wens John Rumung yang dikonfirmasi Boni Lerek, wartawan fajartimor.com melalui sambungan telepon terkait laporan ini menyatakan dirinya siap mengahapi persoalan tersebut. Bahkan dirinya juga kembali menegaskan bahwa dasar hukum apa yang dipakai sehingga seorang Wakil Gubernur NTT melantik sebuah komunitas profesi.

“ Saya senang dilapor seperti itu. Dasar hukum apa seorang wagub melantik organisasi profesi?. Dan saya siap kita ketemu di pengadilan,” jelasnya.

Ketika ditanya soal dasar hukum bahwa seorang gubernur dan wakil gubernur dilarang melantik sebuah komunitas, Wens Rumung menjelaskan, dirinya tidak tahu secara jelas soal dasar hukum tersebut.

“Saya tidak tahu bahwa pejabat daerah bisa melantik komunitas profesi,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Gubernur NTT, yang namanya disebutkan dalam status tersebut, kepada puluhan wartawan media online di rumah dinasnya menjelaskan, sebagai pimpinan daerah wajib baginya untuk menjalankan fungsi pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

“ Fungsi pelayanan kepada masyarakat ini yang saya jalankan untuk melantik komunitas wartawan yang baru pertama di bentuk di NTT. Lalu yang salah dimana?,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, terkait dengan proses hukum yang dilaporkan Kowmen-NTT, dirinya siap untuk menjadi saksi dalam proses hukum yang berlangsung.

“ Saya siap untuk saksi apabila dipanggil terkait laporan tersebut. Sebab jabatan saya juga dibawa dalam tulisan tersebut,” pungkasnya. (fatur)

  

Comments
Loading...