“Kontas Malaka” Kecam Tindakan Kekerasan Terhadap Wartawan

REPORTER : YEREM NAHAK

126

BETUN,fokusnusatenggara.com- Komunitas Wartawan Perbatasan atau Kontas Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, mengecam dan mengutuk dengan keras dugaan tindakan kekerasan fisik yang dilakukan salah satu Anggota DPRD partai Gerindra Kabupaten Malaka, Benny Chandradinata (BC), kepada Damianus Atok, wartawa. deliknews.com.

Tindakan kekerasan BC yang dilakukan pada Senin, 15 November 2021, di Gedung DPRD Malaka ini, diduga kuat berkaitan dengan pemberitaan yang ditulis Damianus Atok di deliknews.com tentang keterlibatan BC sebagai anggota DPRD Malaka dalan pekerjaan jalan atlternatif Jembatan Benenain.

Saat itu, tulis Kontas Malaka dalam rilis yang diterima redaksi, Kamis, 18 November 2021, Damianus Atok sementara duduk bersama-sama dengan tiga anggota DPRD lainnya, yakni Ronaldo Asury dari PDI Perjuangan, Jemianus Koe dari Partai Golkar dan Krisantus Yulius Seran dari Partai Gerindra, Remigius Bria, salah satu pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka.

Tak lama kemudian, oknum anggota DPRD lainnya dari Partai Gerindra Benny Chandradinata datang. Melihat Benny Chandradinata datang, Damianus Atok menyapa dia. Sapaan itu dijawab Benny Chandradinata dengan mengatakan, “Selama ini saya marah kamu. Karena kau tulis  berita jalan alternatif, ditanyakan ke saya”.

Benny Chandradinata kemudian berjalan menuju Damianus Atok dengan wajah serius merah padam. Tiba-tiba Benny Chandradinata menendang kaki kanan Damianus Atok, sembari katakan “Jalan alternatif itu bukan saya yang kerja. Nama yang ada dalam kontrak alat berat itu juga bukan nama saya. Karena saya sebagai anggota Dewan tidak urus pekerjaan proyek”.

Selanjutnya, Benny Chandradinata menanyakan Damianus Atok, “Kamu buat pertanyaan ke saya ada 10 pertanyaan, apakah kau polisi kah? Saya tidak bisa menjawab pertanyaan kamu, karena pada saat itu belum ada kontrak kerjasama dari Dinas PUPR bahwa kontrak kerjasama itu apakah  dengan sistim harian atau pembayarannya dengan harian. Jadi, saya tidak menjawab”.

Atas penjelasan Benny Chandradinata, Damianus Atok mengatakan, “Bos, saya tanya itu sesuai dengan Informasi yang saya dapat di lapangan. Alat berat yang dipakai untuk mengerjakan jalan alternatif itu bos punya. Pertanyaan saya itu untuk mencari tahu apakah informasi itu benar atau tidak. Pertanyaan itu juga merupakan kewajiban saya sebagai wartawan untuk keseimbangan berita”.

Mendapat penjelasan Damianus Atok demikian, Benny Chandradinata mengungkapkan, “Penggunaan alat berat itu dibayar pihak Dinas PUPR Kabupaten Malaka dengan hitungan per hari Rp2.500.000,00 (dua juta lima ratus ribu rupiah).

Benny Chandradinata kemudian melanjutkan bahwa sikap kurang bersahabat dan tindakannya menendang Damianus Atok tadi hanya kelakar dan main gila sebagai adik-kakak, bukan wartawan dengan DPR.

Sebagai ungkapan solidaritas akan profesi wartawan yang bermartabat serta mulia, menjunjung tinggi kebebasan pers dan kemajuan informasi maka kami, KOMUNITAS WARTAWAN PERBATASAN (KONTAS) Malaka sebagai salah satu PILAR DEMOKRASI di negeri ini mengeluarkan PERNYATAAN SIKAP sebagai berikut:

1. Sikap dan pernyataan oknum anggota DPRD Malaka Benny Chandradinata dengan mengatakan, “Selama ini saya marah kamu. Karena kau tulis  berita jalan alternatif, ditanyakan ke saya. Kamu buat pertanyaan ke saya ada 10 pertanyaan, apakah kau polisi kah?”, adalah sikap arogan, melecehkan profesi wartawan dan merupakan perbuatan tidak menyenangkan di depan umum. Sebab, sikap itu ditunjukkan di hadapan lebih dari satu orang dan di tempat terbuka di Sekretariat DPRD Kabupaten Malaka;

2. Tindakan oknum anggota DPRD Malaka Benny Chandradinata yang menendang Damianus Atok di kakinya adalah tindakan kekerasan fisik yang nyata-nyata menyerang kehormatan Damianus Atok baik secara pribadi maupun dalam profesinya sebagai wartawan;

3. Tidak benar tindakan Benny Chandradinata memarahi dan menendang Damianus Atok sebagai tindakan kakak-adik berkelakar dan main gila. Sebab, saat bertemu Damianus Atok, Benny Chandradinata mengatakan bahwa Benny Chandradinata marah Damianus Atok sudah lama atas pemberitaannya terkait pengerjaan jalan alternatif Sungai Benenai. Itu berarti Benny Chandradinata melakukan perbuatannya secara berencana dan terkait langsung dengan karya jurnalistik Damianus Atok sehingga tentu sangat tidak bertanggungjawab bila Benny Chandradinata mengatakan sikap marah-marah dan tindakannya menendang Damianus Atok itu merupakan sikap dan tindakan berkelakar dan main gila antara kakak-adik, bukan wartawan dan DPRD. Sikap dan tindakan Benny Chandradinata justru sangat merendahkan harga diri pribadi Damianus Atok dan profesi wartawan umumnya;

4. Kami sangat mengutuk keras sikap dan tindakan Benny Chandradinata, sebab sikap dan tindakan itu adalah sikap dan tindakan yang menghalang-halangi wartawan dalam mencari, mengolah dan menyebarluaskan informasi sebagaimana diatur dalam UU No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers;

5. Kami mendesak oknum anggota DPRD Malaka Benny Chandradinata untuk meminta maaf kepada Damianus Atok secara khusus dan wartawan yang melakukan tugas-tugas jurnalistik di Kabupaten Malaka pada umumnya;

6. Bila point (5) tidak dipenuhi Benny Chandradinata maka kami, KONTASMalaka, akan melakukan tindakan-tindakan lain yang dianggap perlu sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

PERNYATAAN SIKAP INI DIKELUARKAN DI BETUN PADA 17 NOPEMBER 2021

KOMUNITAS WARTAWAN PERBATASAN Kabupaten Malaka

CYRIAKUS KIIK
KETUA

 

Comments
Loading...