Ketua AJI NTT : Pernyataan Alex Ena Lecehkan Wartawan

0
450
Loading...

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Alex Dimoe, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) NTT, menilai pernyataan Alex Ena, Ketua Komis IV DPRD NTT, sangat lecehkan pekerjaan wartawan. Bahkan pernyataan tersebut dinilai sebagi bentuk tindakan melawan kebebasan pers.

pers“ Ini sebuah bukti bahwa ada prilaku pejabat yang tidak memahami betul soal kebebasan pers. Bagaimana dia (Alex Ena-red), bisa mengambil sikap demikian, bahkan mengajak mitra kerja melakukan tindakan tersebut,” jelasnya.

Sikap Dimoe ini, terkait dengan pernyataan Alex Ena dalam Majalah Tahunan Hari Bakti PU, yang diedarkan kemarin pada saat pelaksanaan kegiatan Hari Bakti PU di Kantor Dinar PU NTT. Dalam majalah tersebut, tepatnya halaman 25, dengan Judul “ Polemik Jembatan Palmerah, Alex Ena : Kadis PU Jangan ‘Ladeni’ Media.

Dimana dalam tubuh berita, pada paragraf ketiga, Alex Ena dalam kutipan pernyataan mengatakan “ Maka dari itu saya minta kepada pak Kadis PU jangan mau memberikan pernyataan kepada media, kalau sampai pak Kadis memberikan pernyataan maka perencanaan kita akan rusak dengan pemberitaan oleh awak media”.

Bukan saja pada paragraf ketiga, tetapi dalam paragraf keempat selain meminta Kadis PU NTT, Andre Kore untuk bungkam soal Palmerah, Ena juga meminta semua staf dan jajaran di Dinas PU untuk bungkam terkait hal ini.

Bahkan Alex Ena tidak segan mengeluarkan pernyataan provokatif bahwa perencanaan pembangunan jembatan Palmerah yang menghubungan Pulau Palo di Larantuka dan Tanah Merah di Adonara dengan sumber dana Rp. 5.1 Trilliun ini, terancam batal apabila ditulis oleh wartawan.

Terkait hal ini Dimoe kembali menegaskan, sikap ini terlalu arogan. Pasalnya pernyataan tersbeut disampaikan dalam rapat bersama dengan pihak Dinas PU NTT. Menurut Dimoe, Kalau memang merasa terganggu dengan pemberitaan media, silahkan melakukan hak jawab berdasarkan aturan dan instrumen yang diatur dalam UU Pers.

“ Sangat naif kalau dia berpikiran begitu. Bahkan tidak paham dengan UU Pers. Kalau keberatan dengan produk jurnalis yang merugikan, silahkan gunakan hak jawab. Bukan berikan komentar yang subjektif,” jelas Dimoe yang juga Pemimpin Redaksi nttonline.com

Terkait sikap Ena ini, para jurnalis yang biasa bertugas di DPRD NTT berencana akan meminta klarifikasi resmi dan melakukan somasi kepada Ketua Komisi IV DPRD NTT, yang berasal dari Partai Nasdem ini. (fatur)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here