Kejati NTT Kantongi TSK Baru Kasus PDT Flotim Dan Alor

0 63

KUPANG,fokusnusatenggara.com – Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) saat ini telah mengantongi nama calon tersangka baru dalam kasus proyek dua dermaga di Flores Timur (Flotim) dan Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2014 lalu senilai Rp 43 Milliat. Dalam kasus ini telah ada estimasi kerugian negara sebesar Rp 11 Miliar.

korupsiHal ini disampaikan Kajati NTT, John W Purba, SH, MH yang dikonfirmasi melalui Kasi Penkum dan Humas, Ridwan Angsar, SH, Selasa kemarin.

Menurut Ridwan, penyidik dalam perkembangan telah mengantongi calon tersangka baru dalam kasus tersebut. Namun, untuk menetapkannya sebagai tersangka masih perlu dilakukan gelar perkara dihadapan Kajati NTT. Menurutnya, dalam kasus itu Kejati NTT akan membidik lagi sekitar 10 tersangka baru.

Sebelumnya diberitakan Kejati NTT menahan Kepala Bagian Keuangan Kementerian Transmigrasi dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Maprih Unggul Purwanto, terkait kasus korupsi proyek pembangunan dermaga program PDT di Kabupaten Alor dan Flores Timur.

Purwanto sendiri saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam pembangunan dua pelabuhan di provinsi kepulauan ini pada 2014 tepatnya di Pamakayo Kabupaten Flores Timur serta di Bangkalan Kabupaten Alor.

Ketika menandatangani kontrak tersebut, Purwanto sendiri merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Selain Purwanto, Kejati NTT menetapkan juga Mardjuki selaku kontraktor, dan Sjambas Chotib selaku konsultan supervisi untuk kasusu Flores Timur. Sedangkan untuk Kabupaten Alor, kejati NTT menetapkan Maprih Unggul Purwanto selaku Pejabat Pembuat Komitmen, Ramlan selaku kontraktor, dan Sri Raharjo selaku konsultan supervisi. (JeOt)

Keterangan Foto : Gambar Ilustrasi Korupsi

Comments
Loading...