Dugaan Korupsi SPPD Fiktif Di Balai Sungai Dilidik

  • Bagikan

KUPANG,fokusnusatenggara.com– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif pada kantor Balai Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II) Dirjen Sumber daya air Kementrian PUPR.

ilustrasi-korupsi“Kami masih menyelidiki kasus dugaan korupsi tersebut,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Jhon Purba di Kupang, Senin, 6 Juni 2016.

Baca Juga :  QZ8501 Disebut Ilegal, Rekaman ATC Juanda Beredar di Internet

Menurut dia, pihaknya sudah menerima laporan masyarakat terkait dugaan korupsi tersebut. Namun, pihaknya masih melakukan penyelidikan, karena dari hasil pemeriksaan sementara diduga laporan itu dari staf di BWS yang merasa tidak puas.

“Informasinya karena ada yang suka dan tidak suka, sehinga ada laporan itu, tapi tetap kita dalami kasus ini,” ujarnya.

Baca Juga :  DPRD NTT Bentuk Tim Investigasi Dana Media

Dia mengaku pihaknya telah memeriksa beberapa saksi dalam kasus dugaan korupsi ini, termasuk pelapor. “Sudah ada saksi yang diperiksa. Tunggu saja hasilnya seperti apa,” katanya.

Informasi yang dihimpun nttterkini.com menyebutkan, modus SPPD fiktif yang terjadi di BWS NT II ini, yakni staf di BWS akan dibagi dalam beberapa kelompok untuk melakukan penelitian di sejumlah daerah yang dibiayai oleh BWS melalui SPPD.

  • Bagikan