Dugaan Korupsi SPPD Fiktif Di Balai Sungai Dilidik

0 53

KUPANG,fokusnusatenggara.com– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif pada kantor Balai Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II) Dirjen Sumber daya air Kementrian PUPR.

ilustrasi-korupsi“Kami masih menyelidiki kasus dugaan korupsi tersebut,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Jhon Purba di Kupang, Senin, 6 Juni 2016.

Menurut dia, pihaknya sudah menerima laporan masyarakat terkait dugaan korupsi tersebut. Namun, pihaknya masih melakukan penyelidikan, karena dari hasil pemeriksaan sementara diduga laporan itu dari staf di BWS yang merasa tidak puas.

“Informasinya karena ada yang suka dan tidak suka, sehinga ada laporan itu, tapi tetap kita dalami kasus ini,” ujarnya.

Dia mengaku pihaknya telah memeriksa beberapa saksi dalam kasus dugaan korupsi ini, termasuk pelapor. “Sudah ada saksi yang diperiksa. Tunggu saja hasilnya seperti apa,” katanya.

Informasi yang dihimpun nttterkini.com menyebutkan, modus SPPD fiktif yang terjadi di BWS NT II ini, yakni staf di BWS akan dibagi dalam beberapa kelompok untuk melakukan penelitian di sejumlah daerah yang dibiayai oleh BWS melalui SPPD.

Dalam satu kelompok terdiri dari 5-6 orang. Namun, saat melakukan penelitian hanya dua- tiga orang yang melakukan penelitian. Padahal, semuanya mendapat SPPD dari BWS. Ironisnya lagi, setiap SPPD harus dipotong satu hari untuk pimpinan.

Kepala BWS NT II, Depi Cipta yang dihubungi enggan menerima telepon wartawan. Pesan pendek pun tak direspon.(Ado)

Sumber berita : nttterkini.com

Link Berita : http://www.nttterkini.com/dugaan-korupsi-sppd-fiktif-di-balai-sungai-dilidik/

 

 

Comments
Loading...