DPRD NTT Minta Bubarkan Perguruan Silat Bermasalah

0 77

KUPANG, fokusnusatenggara.com / 7 Juni 2019
Kasus bentrok berdara warga ex Timtim di Kabupaten Kupang 6 Juni 2019 lalu yang menewaskan satu orang dan 4 lainnya luka –luka berbuntut. Masyarakat Kabupaten Kupang NTT minta dua Perguruan Silat’ Persaudaraan Setia Hati Teratai ( PSHT ) dan Kera Sakti dibubarkan.

DPRD NTT juga akan mengundang dengar pendapat dengan KONI dan Dinas Pemuda dan OLahraga ( Dispora ) Pemrov NTT. Karena ulah mereka cukup meresahkan masyarakat. “ Kami dari Komisi V akan menjadwalkan untuk pangil pemerintah dalam hal ini Dispora dan KONI untuk menjelaskan keberadaan dua perguruan silat ini. Soalnya bentrok dua perguruan silat ini selalu terjadi di NTT ,” kata Jimmi Sianto kepada fokusnusatenggara.com ( 7/5).

Dia menyebutkan pertikian yang terus memakan korban antara dua perguruan silat di Kabupaten Kupang sudah berulangkali terjadi. Setelah pihak berkompoten, Dispora dan KONI beserta Tokoh Masyarakat mendamaikan, berselang beberapa waktu terjadi lagi dan terus berulang.
“ Ini tidak bisa kita biarkan. Pemerintah harus mengambil sikap terhadap dua perguruan silat ini. Di NTT banyak sekali perguruan pencak silat. Yang lainnya tidak ada masalah dan aman –aman saja. Tetapi yang dua ini PSHT dan Kera Sakti ini selalu bentrok ,” jelas Jimmi Sianto.

Labih fatal lagi jelas Jimmi Sianto, khusus di Kabupaten Kupang dua perguruan silat ini anggotanya dari etnis tertentu, suku yang sama hanya beda Desa dan Kelurahan. “ Kita sesalkan karena ulah mereka itu membuat masyarakat sekitar tidak aman. Harus mengungsi dan lainnya. Tegasnya kami akan minta dua perguruan silat ini dibubarkan khusus di Kabupaten yang keduanya sering berulah ,” kata Jimmi Sianto.
Dia menyayangkan dua organisasi bela diri ini mempertontonkan hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Karena itu mentalitas dari peserta dua organisasi ini patut dipertanyakan. “Secara nasional juga kami akan cek keberadaan dua peruguruan bela diri ini melalui Menpora, KONI dan IPSI ,” ujarnya.

Selain DPRD NTT minta dibubarkan masyarakat Kabupaten Kupang, Belu dan Malaka sudah muak dengan ulah dua perguruan silat ini. Mereka akhirnya membuat surat terbuka kepada Gubernur, Kapolda, Danrem, Kajati dan Lintas Tokoh Agama minta agar segera membubarkan dua perguruan silat ini dibumi NTT.
Surat terbuka ini datang dari kelompok yang menamakan diri “ Kita Indonesia, Kita Bhineka Tunggal IKa dan NTT Love Peace. Mereka menuntut untuk segera membubarkan organisasi –organisasi pemuda berkedok perguruan yang sering dan berulang kali yg menggangu keamanan bermasyarakat.

“ Pemprov dan Forkompinda, Tokoh Lintas Agama harus segera melakukan tindakan secara tegas terhadap organisasi yang tidak mendambakan perdamaian di bumi NTT. Karena tolerasni keharmonisan masyarakat NTT ini sudah bagus. Jangan dirusak oleh sekelompok organisasi silat ,” tegas mereka dalam surat terbuka melalui Medsos.
Selain Kabupaten Kupang dari rekaman fokusnusatenggara.com bentrok berdarah yang sama dari dua perguruan silat ini terus terjadi dan berulangkali di Kabupaten Belu dan Malaka. Bulan lalu edilapangan umum Atambua, Belu Pemerintah Daerah, Forkom Muspida dan Tokoh Masyarakat mendamaikan dua perguruan silat ini melalui sumpah adat, Minum darah sapi mentah.[sc name=”BACA”]

Seperti diberitakan fokusnusatenggara.com sebelumnya, untuk kesekian kali sesama warga eks Timor Timur yang bermukim di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bentrok. Kali ini terjadi antara warga Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur dan Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur. Akibat bentrokan ini satu tewas dan empat orang luka berat kini dalam perawatan medis di Rumah Sakit Leona dan RSU WZ Johanes Kupang.
“ Pelakunya MB sudah ditangkap dan ditahan. Saat ini sementara diperiksa secara intensif oleh penyidik. Untuk mendalami kemungkinan ada tersangka lain ,” kata Kapolda NTT Irjen Raja Erizman kepada fokusnusatenggara.com ( 7/6).

Menyingung soal situasi dilokasi kejadian yang masih mencekam, Irjen Raja Erizman membenarkan. Saat ini anggota Polri dan TNI lagi siaga dilapangan. Anggota Brimob lagi siaga dilokasi kejadian. Ada yan juga yang di Desa Manusak dan juga di Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur.
“ Situasinya memang belum kondusif. Dua akubu siaga di kampong masing –masing. Anggota lagi siaga disana. Situasinya berangsung pulih, normal. Arus transportasi darat Kupang – Atambua juga sudah kembali lancar seperti biasa. Sudah aman terkendali ,” jelas Irjen Raja Erizman (Usif).

Comments
Loading...