DPD REI NTT Himbau Masyarakat Jangan Tergiur Developer Bodong

0
85

Kupang, fokusnusatenggara.com / 29 Juli 2019

DPD REI NTT akan melaksanakan expo bersama Bank NTT di Lipo Plaza Kupang, 9 – 18 Agustus 2019 mendatang. Ajang ini akan dimanfaatkan juga untuk mensosialissaikan kepada masyarakat NTT bagaimana caranya mendapatkan rumah yang disubsidi pemerintah. Selain meminta agar masyarakat jangan tergiur dengan developrer bodong.

“ Ini adalah Expo ke 12 kalinya yang kami anggota REI NTT lakukan. Ajang expo ini akan kami manfaatkan untuk terus mensosialissaikan kepada masyarakat bagaimana caranya memiliki rumah bantuan subsidi pemerintah ini ,” kata ketua DPD REI NTT Boby Pitoby kepada Gatra.Com ( 28/7).

Dia menyebutkan ajang expo ini sesuai rencana akan dibuka Walikota Kupang dan diikuti sekitar 13 sampai 15 developer dengan 30 lokasi yang tersebar di seluruh NTT. “ Seperti expo sebelumnya, kali ini juga kami akan keembali mensosialisasikan subsidi bagi MBR dan lainnya. Selain itu juga soal ketentuan pemerintah yang baru yaitu Bantuan Perumahan Berbasis Tabungan ,” ujar Boby Pitoby.

Lanjutnya REI NTT akan mensosialisasikan bantuan perumahan berbasis tabungan ( BP2BT ) ke masyarakat. Karena BP2BT agak sedikit berbeda dengan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan ( FLPP ).
“ bagi masyarakat akan mendapatkan bantuan mulai Rp 38 juta hingga Rp 40 juta. Bagi masyarakat yang ingin membeli rumah dengan program ini maka akan mendapatkan bantuan di proses awal,” jelas Boby.

Bila penghasilan dibawah Rp 5 juta sebut Boby Pitoby, maka akan memperoleh bantuan hingga Rp 40 juta. Sedangkan penghasilan di atas Rp 5 sampai 6 juta mendapatkan bantuan Rp 38 juta.

“Jadi bila sudah mendapatkam bantuan di awal maka tidak dapat lagi bunga subsidi. Karena pada program ini gaji pokok Rp 6 juta pun bisa memiliki rumah,” ujarnya.

Dia menyebutkan pihaknya harus terus mengedukasi masyarakat NTT untuk bisa memiliki rumah melalui proses dan jalur yang benar yakni melaui DPD REI NTT. “ Kami terpaksa terus mengedukasi masyarakat. Soalnya banyak yang tergiur dengan pihak –pihak tertentu yang menjanjikan rumah dengan biaya murah. Setelah sotor uang oknum tersebut kabur. Pengaduannya kepada DPD REI. Kami kewalahan juga karena hampir setiap saat menerima pengaduan. Karena oknum itu sudah kabur. Kami juga tidak bisa berbuat banyak membantu. Hanya menyaraknkan untuk melaporkan kepada pihak kepolisian ,” katanya.

Sebagai contoh kasus ujar Boby ada sejumlah warga yang dating mengadu ke pihak DPD REI. Add developer bodong yang memungut biaya uang muka Rp 10 Juta lalu mencicil selama setiap bulan Rp 1 Juta selama 4 tahun dan akan mendapatkan rumah tipe 36.

“ Sudah banyak warga yang menjadi korban dari pihak yang mengaku developrer ini. Setelah oknum itu kabur, mereka mengadu ke kami. Sesuatu yang tidak masuk akal. Masa hanya dengan Rp 58 Juta bisa mendapatkan rumah. Lalu setornya uang itu tidak melalui Bank tetapi kepada oknum –oknum itu. Dan mereka juga sudah kabur ,” kata Boby Pitoby.

Karena sesuai ketentuan pemerintah, harga rumah subsidi sebesar Rp 158 Juta perunit. Dari jumlah ini masyarakat akan memperoleh subsidi Rp 38 – Rp 40 Juta. “ Kami sudah berulangkali sosialisasi dan mengedukasi. Hanya saja masyarakat kita masih terpengaruh juga dengan pihak –pihak developer bodong ini. Karena itu kami menghimbau agar jika mau mendapatkan rumah subsisi harus melalui jalur resmi, DPD REI NTT yang saat ini memiliki 76 anggota ,” pungkasnya. ( Usif).


Reporter: Usif


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here