Diduga Lakukan Penggelapan, Oknum Anggota DPRD NTT Dipolisikan

Diduga Lakukan Penggelapan, Oknum Anggota DPRD NTT Dipolisikan

- in Berita Populer, Hukum Dan Kriminal
530
1
Loading...

KUPANG,fokusnusatenggara.com- Diduga lakukan penggelapan satu unit mobil Toyota Fortuner, anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Umbu Pati Lende, dilaporkan ke polisi oleh Daniel Umbu Dandar.

Daniel Umbu Dandar, melalui kuasa hukunya, Amos Lafu, menjelaskan hal tersebut, dalam jumpa pers bersama sejumlah wartawan, usai membuat laporan polisi di Polda NTT.

Menurut Lafu seperti yang dikutip dari www.lintastimor.com, Umbu Pati Lende, telah menggelapkan Mobil Fortuner milik kliennya Daniel Umbu Dandar sejak tahun 2015 yang lalu.  

“ Umbu Pati Lende menggelapkan Mobil Klien saya sudah dari tahun 2015 yang lalu, jadi kini mobil klien saya sedang di tahan di Polres Kupang, tanpa alasan yang jelas,” ujarnya.

Lafu mengisahkan, kejadian ini berawal dari Desember 2015. Dimana kliennya ingin menjual Mobil Fortuner miliknya Rp. 300 juta. Karena kliennya masih pangkat keluarga dengan oknum Anggota DPRD tersebut maka oknum Anggota DPRD ini mengatakan biarkan dirinya yang membeli.

Setelah keduanya sepakat, maka Umbu Pati Lende langsung membayar cicilan pembayaran sebesar Rp. 50 Juta, ke rekening milik Daniel Umbu Dandar. Setelah melakukan transfer, pelaku meminta BPK mobil Dengan alasan untuk mengurus surat-surat mobil.

“ Klien saya pun menyerahkan BPK mobil ke Umbu Pati Lende karena percaya. Tapi setelah itu klien saya dengar dimana-mana pelaku mengatakan kalau mobil tersebut adalah milik pribadinya. Maka klien saya lansung berusaha untuk menghubunginya tapi tidak pernah merespon,” kisahnya.

Sampai bulan Maret 2017, Daniel Umbu Dandar berinisiatif pergi ke rumahnya dengan maksud untuk mengambil kembali mobilnya. Namun naas bagi Dandar, setelah mobil ditangannya, mobil tersebut ditahan oleh pihak Polres Kabupaten Kupang, sesaat sebelum diberangkatkan ke Sumba Barat, dengan alasan mobil tersebut milik Umbu Pati Lende.

“ Dia itu anggota DPRD dan wakil rakyat masa kelakuannya seperti itu. Tidak punya itikad baik untuk kembalikan mobil milik klien saya yang ditahan dua tahun. Kami sudah menghubunginya berulang-ulang tapi tidak pernah datang, untuk itu kami tempuh jalur hukum dengan melaporkannya,” katanya.

Sementara itu Umbu Pati Lende, yang dihubungi www.fokusnsuatenggara.com melalui pesan Whatsup menjelaskan, dirinya merasa difitnah oleh Daniel Umbu Dandar. Pasalnya, dirinya telah melakukan pembayaran di awal atas kesepakatan jual beli mobil tersebut. Untuk itu dirinya akan melaporkan balik Umbu Dandar ke polisi, atas dugaan pemfitnahan.

“ Saya tidak gelapkan. Mobil itu memang saya beli dengan sudah membayar uang muka pembelian sebesar Rp. 50 juta. Bukti transfernya ada, bahkan saya masih simpan. Saya ini korban penipuan. Dan saya akan laporkan balik mereka ke Polda NTT,” jelas pati Lende, melalui pesan Whatsup.  (/*lintastimor.com/fatur)

Loading...

1 Comment

  1. orang klo jual oto ato motor tu lunas baru kasi BPKB biar ada hubungan keluarga le

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *