Cabul, Kepsek Ini Dijemput Paksa Polisi

0 88

MAUMERE, fokusnusatenggara.com- Apes benar nasib yang dialami Susar, Kepala Sekolah SD Inpres Wutik, Desa Koting D, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Rabu, 11 Januari 2017, dirinya dijemput paksa oleh aparat polres Sikka. Susar dilaporkan dua orang tua perwakilan siswa, yang menjadi korban pelecehan seksual oleh dirinya.

15991523_745241542297566_1353875821_oSaat dijemput, pelaku  sedang berada di ruang kelas melakukan aktivitas mengajar. bahkan pelaku tidak menyangka akan dijemput paksa. Sontak kegiatan ini menjadi perhatian semua guru dan siswa sekolah tersebut.  

pelaku dilaporkan oleh Aristo dan Cristianus Sika, perwakilan dari empat orang siswa masing- masing,  KF, Kelas 6, ARF, Kelas 6, YJM Kelas Kelas 6 dan KKF, Kelas 5.

Menurut Kasat Reskrim Polres Sikka, Andri Setiawan, perbutan yang dilakukan pelaku, terjadi antara bulan Agustus hingga Desember 2016. Pelaku memaksa para korban untuk membuka celana korban, lalu pelaku langsukan aksi bejatnya, dengan menghisap kemaluan para korban.

“ Para korban ini dipaksa untuk buka celana mereka. Bahkan pelaku sempat mengancam para korban untuk memukul mereka apabila mereka teriak dan lari. Setelah lakukan aksinya pelaku memberi uang Rp. 20.000 kepada para korban agar jangan ceritra pada orang tua mereka,” jelasnya.

Akibat perbuatan pelaku menurutnya, pelaku dijerat dengan Pasal 81 dan 82, tentang pencabulan anak di bawah umur, Undang- Undang Nomor 23 tentang Perlindungan Anak. Dengan maksimal hukuman penjara selama 15 tahun.

“ Kita akan pakai UU Perlindangan Anak. Saat ini pelaku kita tahan untuk lengkapi BAP,” pungkasnya.

Laporan : John Da Gomez

Comments
Loading...