Bungkam Kebebesan Pers, Bupati TTU Dipolisikan

Bungkam Kebebesan Pers, Bupati TTU Dipolisikan

- in Berita Populer, Hukum Dan Kriminal
390
0
Loading...

KUPANG,fokusnusatenggara.com-  Boni Lerek, Pimpinan Redaksi fajartimor.com, pada Kamis 30 Maret 2017, melaporkan Raymundus Fernandez bupati Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi NTT, dengan tuduhan adanya kriminalisasi wartawan dan upaya pembungkaman terhadap pers.

Boni Lerek mendatangi Mapolda NTT sekira pukul 17.00 Wita dan langsung membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Laporan Polisi tersebut bernomor: STTL/B/108/III/2017/SPKT mengetahui kepala SPKT, AKP Fransiskus X Pale, SH.

“ hari ini saya resmi melaporkan balik Bupati TTU, Ray Fernandez, atas tuduhan kriminalisasi wartawan dan pembungkaman terhadap pers. Sebab apa yang dilakukan Ray Fernandez dengan melaporkan saya ke Polres TTU dengan tuduhan pencemaran nama baik melaui pemberitaan saya, adalah sebuah bentuk kriminalisasi terhadap profesi wartawan,” ungkapnya.

Usai melaporkan, Lerek langsung menjalani proses pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Dalam pemeriksaan tersebut, Lerek disodorkan 11 pertanyaan oleh penyidik di Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) seputar dugaan kriminalisasi wartawan dan upaya pembungkaman pers. Sementara saksi dan sejumlah pihak lain termasuk Bupati TTU akan dipanggil dan diperiksa kemudian.

Menurut Boni, laporan tersebut dilayangkan ke Polisi menanggapi reaksi Raymunduz Fernandez yang terlebih dahulu melaporkannya di Polres TTU, Rabu (30/3/2017), terkait berita yang ditulisnya tentang dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) TTU senilai Rp 47,5 Miliar.

“Saya menulis berdasarkan data serta laporan yang telah disampaikan ke Komisi Pemberantasan oleh sebuah LSM lokal. Dan ada ruang yang harusnya dipakai terlebih dahulu oleh Bupati TTU untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab. Tapi hal ini sangat saya sayangkan tidak dilakukan,” jelas Boni.

Seperti diberitakan sejumlah media sebelumnya, Raymunduz didampingi kuasa hukumnya melaporkan Boni Lerek karena pemberitaan yang dipublikasi merugikannya secara pribadi dari aspek politik dan nama baik keluarga.

Sementara Raymunduz Fernandez ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler mengatakan bahwa menghargai langkah hukum yang dilakukan oleh Boni Lerek. Dia juga mengatakan bahwa sebelum melapor di Polres TTU telah memberikan waktu 1X24 jam untuk klarifikasi. Selain itu dirinya juga mengaku tidak pernah dikonfirmasi.

Meski saling lapor telah dilakukan, namun, baik Bupati TTU maupun Boni Lerek tetap membuka ruang perdamaian. “Ruang itu selalu ada dan jika keduanya berjiwa besar untuk saling memafkan saya selalu siap,” ujar Raymunduz yang saat ini gencar mensosialisasikan diri sebagai bakal calon gubernur NTT dari PDIP ini. (fatur)

Loading...

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *