Anak Mantan Walikota Kupang Disebut Terima Rp 600 Juta

0
225

sidang-kasus-buku-kota-kupang-budi-hartoKUPANG,fokusnusatenggara.com — Direktur CV. Putra Karya Mandiri, Budi Harto di depan majelis hakim mengakui memberikan uang Rp 600 juta kepada Adi Adoe, anak mantan Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe . Uang ini diberikan secara cash kepada Adi Adoe.

Pengakuan ini disampaikan Budi Harto dalam sidang lanjutan perkara proyek buku di Dinas PPO Kota Kupang tahun 2010 yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Kupang, Rabu (23/4/2014).

Budi Harto adalah kontraktor yang mengerjakan proyek pengadaan buku di Dinas PPO Kota Kupang.

Sidang lanjutan ini dipimpin majelis hakim ketua, Khairuludin, S.H, M.H didampingi, Agus Komarudin, S.H dan  Anshyori Syaefudin, S.H dengan panitera pengganti Daniel Sikki, S.H.  Jaksa Penuntut Umum (JPU),  Tedjo L Sunarno, S.H,  Noven Bulan, S.H, M.H dan Anton Londa, S.H.

Sementara terdakwa, Daniel Adoe didampingi enam  orang penasehat hukum yang diketuai oleh Lorens Mega Man, S.H.
Ketika menjawab pertanyaan majelis hakim dan JPU, Budi Harto awalnya sangat hati-hati dalam memberi keterangan atau menjawab pertanyaan. Bahkan, ia juga mengatakan selama proses pengadaan dirinya tidak pernah dihubungi oleh orang lain termasuk terdakwa.

Namun, ketika majelis hakim menanyakan tentang uang senilai Rp 600 juta, Budi Harto mulai menjelaskan, bahwa dirinya pernah ditelepon oleh Adi Adoe berulang kali dan mengatakan pekerjaan sudah selesai sehingga ia meminta uang.

“Karena saya ditelepon ulang-ulang maka saya akhirnya bertemu dan serahkan uang Rp 600 juta,” kata Budi Harto.

Keterangan Budi Harto ini juga tertuang dalam BAP ketika dirinya diperiksa penyidik Kejati NTT pada 5 Desember 2013 lalu.

Tentang alasan mengapa dirinya membayar atau memberi uang kepada  Adi Adoe, Budi Harto menjelaskan, uang yang diberikan itu sebagai uang agar Adi Adoe membantunya mencari pekerjaan.

“Saya pernah bertemu pada pertengahan tahun 2010 dan  meminta supaya Adi Adoe bantu carikan pekerjaan . Dan saat itu Adi Adoe mengatakan bahwa ia akan usahakan,” ujar Budi Harto.

Keterangan yang sama ketika JPU, Anton Londa menanyakan tentang pemberian uang Rp 600 juta kepada Adi Adoe.

Menurut Budi Harto, dirinya pernah bertemu dengan Adi Adoe pada pertengahan 2010 lalu di rumah jabatan walikota Kupang dan meminta agar Adi Adoe membantunya ketika ada proyek di Kota Kupang.  Ketika ditanyai alasan meminta bantuan kepada Adi Adoe dan juga dasar atau alasan memberi Rp 600 juta, Budi Harto mengatakan,  karena Adi Adoe adalah anak walikota Kupang. Sedangkan pemberian uang Rp 600 juta itu karena dirinya ditelepon berulang-ulang oleh Adi Adoe. * (Sumber : poskupang.com)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here